Puisi09-2001.09.06 Hujan

Hujan

 

Kilat putih silau membelah langit,

dalam sekejap… tak lebih lama dari mata berkedip.

Awan mendung berarak bagai kapas kelabu penuhi angkasa,

angin bertiup menghembus ke pelosok penjuru bola dunia,

 

Guruh gemuruh…

ternyata mahluk-Mu itu bertasbih memuji-Mu, Yaa Allah…

Malaikat pun takut pada halilintar-Mu,

Tapi entah mengapa banyak manusia tak gentar pada-Mu.

 

Tetesan air hujan jatuh dari langit,… hingga deras,

Bau tanah di bumi memberi aroma khas.

Kulit basah oleh tetesan-tetesan air yang dingin itu,

Sejumlah tetesan itu pula aku ingin memuji nama-Mu….

 

 

Jakarta, 06.09.2001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: