Puisi03-1995.12.28 Pemandangan

Pemandangan

 

Cobalah menyimak dan menghayati fragmentasi alam

Lalu kembalilah ke diri sendiri di mana jiwa bersemayam

Endapkan pikiran dan tadzakkur suntuk semalam

Sejenak terasa hakikat jiwa di dalam diam

 

Ketika bumi gonjang-ganjing dan jagat bertabur kemelut

Ketika halilintar menyambar menyobek langit menembus kabut

Ketika gelombang badai membelah laut

Petir guruh menggelegar seakan membawa maut

Semua orang pada takut

 

Ketika pada gilirannya bumi berhenti gonjang-ganjing

Dan pada waktunya jagat pun enggan bergeming

Alam sedang bersemadi di dalam hening

Binatang dan tumbuhan berselingkuh bertabur cahaya kemuning

Menyaksikan hidup manusia yang pada bising…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: