Puisi01-1995.03.29 Cinta

CINTA

 

Merentang jala jiwa ke dalam kehidupan dunia fana

Berlabuh behtera diri mencari hakikat nurani dan illahi

Deburan buih, hempasan ombak dan badai gelombang

Hanyalah menerpa hati orang-orang yang bimbang

 

Ruang dan waktu ternyata sebongkah batasan logika

Adapun ‘kekosongan’ adalah sebuah cita-cita

Menjalani hidup ikhlas tanpa pamrih bernafaskan cinta

Dengan cinta segalanya menjadi bermakna

 

Ketika nafsu mengendap di kerangka nafsu muthma’inah

Ketika jiwa berada di Pelukan Sang Rahmaan Sang Rahiim

Dan ketika cinta telah bergayut pada akar mahabbah

Maka, tiada takut, tiada kuatir, tiada sedih dan tiada pula mati

Itulah cinta suci illahi, damai dan abadi…

 

Surabaya, 29.03.1995

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: