Bacalah 50. Nikmati Kitab Tuhan

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

 

“Jika kamu membaca al-Qur’an,

hendaklah kamu minta perlindungan Allah

dari syaitan yang terkutuk.”
98)

 

QS. 16. an-Nahl (Lebah) 98

 

“al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia,

petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” 20)

 

QS. 45. al-Jaatsiyah (Yang Berlutut) 20

 

 

PADA kajian terakhir ini tidak lagi banyak ulasan pemikiran, penafsiran dan narasi lain yang bersumber dari manusia. Kajian terakhir ini “hanya” menukil ayat-ayat tentang Kitab Tuhan untuk dinikmati, diresapi, dihayati sebagai Surat Cinta Tuhan kepada hamba-hamba-Nya.

Seperti pernah dibahas, ketika semakin “tinggi” si Salik bisa mencapai kemuliaan maqamnya, maka ia akan semakin sedikit yang bisa dijumpai menyangkut kefanaan kehidupan dunia, termasuk segala jenis mahluk hidup, gambar pemandangan, uraian kata dan tulisan… Semuanya sirna di hadapan Sang Mahakuasa. Dan ketika ia pun turun kembali ke realita sebenarnya, ia tetap memeluk Kitab-Nya dan tanpa banyak bicara ia menikmati Kitab yang berisi Surat-Surat Cinta-Nya, yang senantiasa dilantunkan ketika ia mengaji maupun membacanya dalam bacaan sholat secara khusyu’.

 

Kembali ke Kitab Tuhan

Tuhan menurunkan al-Qur’an dengan sebenar-benarnya, dan al-Qur’an telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Tidak mengutus nabi selain pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan al-Qur’an telah diturunkan berangsur-angsur agar dibaca perlahan-lahan pada manusia, dan diturunkan bagian demi bagian. Manusia beriman kepadanya atau tidak, sama saja bagi tuhan. Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya jika al-Qur’an dibacakan, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan berkata: “Mahasuci Tuhan; sesungguhnya janji Tuhan pasti dipenuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka tambah khusyu’
(QS. 17:105-107).

Firman Tuhan pada QS. 2:2 “…Kitab ini tiada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang taqwa, …2).”

Jika manusia meragukan otensitas Kitab Tuhan yang diturunkan pada Nabi dan Rasul-Nya, maka manusia disuruh membuat satu surat saja semisal yang termaktub di dalam Kitab Tuhan dan mengajak penolong-penolong selain Tuhan, jika mereka orang-orang memang benar. Maka jika mereka tidak dapat membuatnya, dan pasti mereka tidak akan dapat membuatnya, maka orang-orang beriman harus memelihara dirinya dari neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang ingkar” (QS. 2:23-24).

Barangsiapa yang menjadi musuh malaikat Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan Wahyu Tuhan ke dalam hati manusia yang beriman dengan seizin Tuhan; membenarkan apa yang termaktub di dalam Kitab-Kitab Suci sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman…. (QS. 2:97-101)

Beberapa hari yang ditentukan di bulan suci Ramadhan, bulan di mana di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil… (QS. 2:185)

Tuhan menurunkan al-Kitab kepada manusia melalui para Rasul-Nya. Di antara isinya ada ayat-ayat muhkamat (harfiah), dan itu pokok-pokok isi al-Kitab; dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat (tamsil) (QS. 3:7).

Kitab Tuhan adalah penerangan bagi seluruh manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang bertaqwa. Jangan lemah dan sedih hati bagi orang yang paling tinggi derajatnya, bagi orang-orang beriman. (QS. 3:138-139)

Kalau kiranya Kitab Tuhan bukan dari sisi Tuhan, tentu terdapat banyak pertentangan di dalamnya… Tuhan amat besar kekuatan dan amat keras siksaan-Nya. Siapa yang memberikan syafa’at, niscaya ia akan memperoleh bagian pahala dari padanya. Dan siapa yang memberikan syafa’at buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa) dari padanya. Tuhan Mahakuasa atas segalanya. Jika dihormati dengan penghormatan, maka balas penghormatan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Tuhan memerhitungkan segala suatu.” (QS. 4:82-86)

Orang-orang mendalam ilmunya dan orang-orang mu’min, mereka iman pada yang telah diturunkan padamu (al-Qur’an) dan yang telah diturunkan sebelummu (Taurat, Zabur, Injil danm lain-lain) dan yang mendirikan sholat, menunaikan zakat dan beriman pada Tuhan dan Hari Akhir. Orang-orang itu akan diberi pahala besar. (QS. 4:162)

Mereka tidak mau mengakui apa yang diturunkan padamu, tetapi Tuhan mengakui al-Qur’an diturunkan padamu (Muhammad). Tuhan menurunkan dengan ilmu-Nya, malaikat-malaikat pun menjadi saksi. Cukuplah Tuhan mengakuinya. Sesungguhnya orang-orang ingkar dan halangi (manusia) dari jalan Tuhan, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. 4:166-167)

Tuhan telah menurunkan kepada Nabi dan Rasul-Nya al-Kitab dengan membawa kebenaran, membenarkan Kitab-Kitab Suci sebelumnya dan ujian terhadap kitab-kitab itu; maka orang beriman harus memutuskan perkara menurut apa yang Tuhan turunkan dan jangan mengikuti hawa nafsu dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang. Untuk tiap-tiap umat, Tuhan memberikan aturan dan jalan terang. Sekiranya Tuhan menghendaki, niscaya dijadikan-Nya manusia hanya satu umat saja, tetapi Tuhan hendak menguji terhadap pemberian-Nya, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya pada Tuhan tempat kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya apa yang telah kamu perselisihkan itu” (QS. 5:48-49)

Orang-orang saleh telah diberi petunjuk Tuhan, Mereka tidak minta upah dalam menyampaikan Wahyu Tuhan. Kitab Tuhan sebagai kumpulan Wahyu Tuhan tak lain hanya peringatan untuk segala umat. (QS. 6:90)

Tiada hakim selain Tuhan yang telah menurunkan Kitab Suci dengan terperinci. Orang-orang yang beriman sebelumnya, mereka mengetahui bahwa Kitab Suci itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka jangan kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Telah sempurnalah kalimat Tuhan, sebagai kalimat benar dan adil. Tiada yang dapat merubah kalimat-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui. (QS. 6:114-115)

Jika dibaca al-Qur’an harus didengarkan baik-baik, perhatikan dengan tenang agar mendapat rahmat. Menyebut Tuhan di dalam hati dengan merendahkan diri dan rasa takut; dan dengan tidak mengeraskan suaranya pada waktu pagi dan petang dan jangan termasuk orang lalai. Sesungguhnya malaikat di sisi Tuhan tak merasa enggan menyembah Tuhan dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya pada-Nya mereka bersujud. (QS. 7:204-206)

Ini ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung hikmah. Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami wahyukan pada laki-laki di antara mereka: “Beri peringatan pada manusia dan gembirakan orang-orang iman bahwa mereka punya kedudukan tinggi di sisi Tuhan mereka”. Orang-orang ingkar itu berkata: “Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”. (QS. 10:1-2)

“Tidak mungkin al-Qur’an dibuat selain Tuhan; tetapi (al-Qur’an) membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkan, tiada keraguan di dalamnya, dari Tuhan semesta alam. Atau (patutkah) mereka berkata: “Muhammad membuat-buatnya”. Katakan: “Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Tuhan, jika kamu benar”. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang pada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah dustakan (rasul). maka perhatikan bagaimana akibat orang-orang zalim itu. Di antara mereka ada orang-orang beriman pada al-Qur’an dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman padanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka mendustakanmu, maka katakan: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apa kamu dapat jadikan orang-orang tuli itu mendengar walau mereka tidak mengerti….” (QS. 10:37-44)

Bahkan kata mereka: “Muhammad membuat-buat al-Qur’an“, Katakan: “(jika demikian), maka datangkan 10 surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya dan panggil orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Tuhan jika kamu benar”. Jika mereka yang kamu seru tidak terima seruanmu maka (katakan): “Ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’an diturunkan dengan ilmu Tuhan dan bahwa tiada Ilah selain Dia, maka maukah kau berserah diri?” … Apa (orang-orang ingkar itu sama dengan) orang-orang yang ada punya bukti yang nyata (al-Qur’an) dari Tuhannya dan diikuti pula seorang saksi (Muhammad) dari Tuhan dan sebelum al-Qur’an itu telah ada kitab Musa yang jadi pedoman dan rahmat. Mereka iman pada al-Qur’an. dan siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-kutunya yang ingkar pada al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamakaan baginya, karena itu jangan kamu ragu-ragu terhadap al-Qur’an itu. Sesungguhnya (al-Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (QS. 11:13-17)

(al-Qur’an) ini adalah penjelasan sempurna bagi manusia dan supaya mereka mengetahui bahwa Dia Ilah yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. 14:52)

“Dan demikian Kami menurunkan al-Qur’an dalam bahasa Arab dan Kami telah terangkan berulang kali di dalamnya sebagian ancaman, agar mereka taqwa atau (agar) al-Qur’an menimbulkan pengajaran bagi mereka. Maka Maha Tinggi Tuhan Raja sebenar-benarnya dan jangan kamu tergesa-gesa membaca al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya padamu dan katakan: “Ya Tuhanku, tambahkan padaku pengetahuan”. – (QS. 20:113-114)

“Maha Suci Allah yang telah turunkan al-Furqaan (al-Qur’an) pada hamba-Nya, agar jadi pemberi peringatan pada seluruh alam. Yang kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi dan Dia tidak punya anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya) dan Dia telah ciptakan segala suatu dan tetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. 25:1-2)

“Sebenarnya, al-Qur’an itu ayat-ayat nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang zalim. Dan orang-orang ingkar Mekkah berkata: “Mengapa tidak diturunkan padanya mu’jizat-mu’jizat dari Tuhannya?” Katakan: “Sesungguhnya mu’jizat itu terserah Tuhan. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”. (QS. 29:49-50)

Firman Tuhan pada QS. 39 az-Zumar (Rombongan-Rombongan) 23,

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut pada Tuhannya, lalu menjadi tenang kulit dan hati mereka waktu mengingat Allah. Itu petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tiada seorangpun pemberi petunjuk baginya.”

“Sesungguhnya telah Kami buatkan manusia dalam al-Qur’an tiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tiada kebengkokan supaya mereka bertaqwa…” – (QS. 39:27-29)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari al-Qur’an ketika al-Qur’an itu datang pada mereka, (mereka pasti celaka), dan sesungguhnya al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang padanya (al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari (Tuhan) yang Maha Bijaksana lagi Terpuji. Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang ingkar) padamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan pada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih. Dan jika Kami jadikan al-Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab tentu mereka katakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya”. Apa (patut al-Qur’an) berbahasa asing sedang (rasul orang) Arab. Katakan: “al-Qur’an adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang beriman. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang al-Qur’an suatu kegelapan bagi mereka. Mereka adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (QS. 41:41-44)

Haa Miim. Demi Kitab (al-Qur’an) yang menerangkan. Sesungguhnya Tuhan menjadikan al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu paham. al-Qur’an dalam induk al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Tuhan adalah benar-benar tinggi nilainya dan amat banyak mengandung hikmah. Maka apakah Tuhan akan berhenti menurunkan al-Qur’an padamu karena kamu adalah kaum yang melampaui batas (QS. 43:1-5).

 

Belajar dari Kitab Tuhan

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran” (QS. 54:17,22,32,40)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu (Muhammad) dengan berangsur-angsur” (QS. 76:23)

“Muhammad sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antaramu, tetapi dia Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 33:40) ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: