Bacalah 48. Istiqomah

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami Allah”,

lalu mereka istiqomah maka tiada kekhawatiran terhadap mereka

dan mereka tiada (pula) berduka cita. 13)

 

Mereka penghuni-penghuni surga,

mereka kekal di dalamnya;

sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. 14)

 

Kami perintahkan pada manusia

supaya berbuat baik pada kedua orang tua ibu bapaknya,

ibunya mengandungnya dengan susah payah

dan melahirkannya dengan susah payah.

Mengandung sampai menyapihnya adalah 30 bulan,

hingga jika ia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa:

“Ya Tuhanku, tunjuki aku untuk mensyukuri nikmat Engkau

yang telah Engkau berikan padaku dan ibu bapakku

dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai;

berilah kebaikan padaku dengan (memberi kebaikan) pada anak cucuku.

Sesungguhnya aku taubat pada Engkau

dan sesungguhnya aku termasuk orang berserah diri”. 15)

 

QS. 46. al-Ahqaaf (Bukit-Bukit Pasir) 13-15

 

 

ISTIQOMAH adalah pijakan dasar (basement) dari suatu keadaan yang laa khawfun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun seperti bahasan Kajian 23: Jangan Takut dan Sedih, Bergembiralah. Istiqomah bisa diterjemahkan sebagai sikap berpendirian teguh, konsisten di dalam berusaha menggapai kebenaran di Jalan Tuhan. Biasanya istiqomah teman akrab dengan qonaah.

 

Istiqomah dari Kebohongan

Istiqomah senantiasa menjaga diri selalu dalam kebenaran berbagai hal. Sedangkan untuk menghadapi sikap ketidak-benaran, ketidak-jujuran atau lugasnya kebohongan, maka Firman Tuhan pada QS. 24:11 memberi solusi, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong dari golongan kamu juga. Jangan kamu kira berita bohong itu buruk bagimu bahkan ia baik bagimu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya dan siapa di antara mereka mengambil bagian terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab besar.”11)

Jadi, istiqomah dari kebohongan berarti bersikap teguh menghadapi berita bohong yang memojokkan atau memfitnah dirinya. Kesabaran dan tawakkal harus menjadi tameng menghadapi segala fitnah yang menyakitkan bahkan mengancam eksistensinya. Hal ini biasa banyak terjadi di kantor karena persaingan karier. Bagi mereka yang licik, tidak mampu secara profesi tetapi berambisi menduduki jabatan strategis; ia akan melakukan segala cara untuk meraih posisi yang diincarnya tersebut. Jika ada seseorang yang low-profile tetapi mempunyai kemampuan cemerlang, maka orang yang saleh ini akan menjadi sasaran tembak fitnah oleh orang licik tadi.

Berita bohong memfitnah orang saleh yang disebarluaskan orang licik akan ditanggapinya secara arif dan bijak oleh orang saleh. Ia, orang saleh itu, tidak membalas kekejian dengan kekejian. Kemuliaan orang saleh membalas keburukan dengan kebaikan, kekejian dengan kasih-sayang. Terlebih lagi apa yang diirikan orang licik hanyalah materi dunia, yang bagi orang saleh hal itu tidak banyak berpengaruh baginya. Kalau toh sampai berdampak pada pimpinan yang termakan fitnah orang licik dan orang saleh itu menerima sangsi terparah yaitu pemecatan, orang saleh itu dengan tenangnya keluar dari lingkungan orang licik dan orang-orang yang termakan oleh fitnah.

Orang saleh telah keluar dengan benar dari lingkungan kurang benar. Ia akan mencari rejeki Tuhan ke tempat lain dan ia berharap masuk ke tempat yang baru secara benar pula. Orang saleh sangat memahami kejadian demi kejadian yang dialaminya, karena ia sering berdoa seperti Firman Tuhan pada QS. 17:80-81:

Katakan: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkan aku secara keluar yang benar, dan berikanlah padaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.80) Katakan: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah suatu yang pasti akan lenyap.81).

Untuk rejeki, ia pun “laa khaufun alaihim wa laa hum yahzanuun”, karena bumi Tuhan luas dan Tuhan Maha Pemberi Rejeki tanpa batas.

 

Mereka Penghuni Surga

Sesungguhnya orang-orang yang katakan: “Tuhan kami Allah”, lalu mereka istiqomah maka tiada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.13) Mereka penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.14)

Firman Tuhan pada QS. 7. al-A’raaf (Tempat Tertinggi) 199-200,

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.199) Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah pada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” 200).

Semakin mantap orang saleh yang telah memahami pesan kearifan, kebijakan dan kasih-sayang Tuhan melalui Kitab-Nya. Pada QS. 46:13-14 dan ditunjang QS. 7:199-200 telah membenarkan sikap yang diambil orang saleh pada sub-kajian sebelumnya. Hati orang saleh yang telah terbangun surga diri di atas pondasi tiang pancang tauhid sangat kokoh, basement-nya adalah istiqomah, maka segala ornamen interior di dalamnya adalah laa khaufun alaihim wa laahum yahzanuun, tiada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.13) Mereka penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas yang telah mereka kerjakan.14)

Orang saleh pun yang telah mengalami enlightenment akan bersikap pemaaf dan menganjurkan amar ma’ruf nahi mungkar. Orang licik yang telah memfitnahnya, pasti telah dimaafkannya dan ia hanya bisa berdoa agar orang-orang bodoh itu segera menyadari perbuatannya. Doa oerang saleh ini jika telah sampai pada Tuhan, akan menjadi urusan Tuhan untuk menegur orang-orang bodoh; apakah teguran lembut atau berupa azab keras.

 

Sekali lagi: Berbakti pada Ibu-Bapak

…Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik pada kedua orang tua ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandung sampai menyapihnya adalah 30 bulan, hingga jika ia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjuki aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan padaku dan ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai; beri kebaikan padaku dengan (memberi kebaikan) pada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat pada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang berserah diri”.15)

Sekali lagi dibahas sekilas soal berbakti pada kedua orang tua, seperti telah dibahas di dalam Kajian 35: Hakikat Kebaktian. Tetapi pada sub kajian ini disertakan doa bagi kedua orang tua, terutama ibu yang telah mengandung dan menyapihnya dengan susah payah.

Berbakti pada ibu-bapak menunjukkan pertalian biologis-psikis yang sangat kuat, tapi tidak pada pertalian religis yang pertanggung-jawabannya langsung pada Tuhan. Selama lahir dan hidup di dunia, seorang anak harus memuliakan orang-tuanya, termasuk ketika bertutur sapa yang lembut dan sopan pada keduanya, serta sangat dilarang berkata-kata yang menyinggung mereka mereka, apalagi dengan umpatan “cis” misalnya (QS. 46:17).

Sebaliknya, sebagai orang tua harus menanamkan nilai-nilai keluhuran budi pekerti, sikap-sikap berserah diri (aslama) dan teguh hati (istiqomah) kepada anak. Sehingga, ketika anaknya tumbuh menjadi dewasa, ia akan mampu mensyukuri nikmat Tuhan melalui kasih-sayang dari orang tuanya. Dengan demikian, akan terjalin ajaran ‘aslama dan istiqomah di dalamnya, mulai orang tua, anak, cucu, cicit dan seterusnya.

Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan padaku dan ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai; berikanlah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat pada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang berserah diri”. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: