Bacalah 45. Sholat Jum’at

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

 

Hai orang-orang beriman,

jika diseru untuk menunaikan shalat Jum’at,

maka segeralah kamu mengingat Allah

dan tinggalkan jual beli.

Yang demikian lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 9)

 

Jika telah ditunaikan shalat,

maka bertebaranlah kamu di muka bumi;

dan carilah karunia Allah

dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. 10)

 

Dan jika mereka melihat perniagaan atau permainan,

mereka bubar untuk menuju padanya

dan mereka tinggalkanmu berdiri (kotbah).

Katakan: “Yang di sisi Allah lebih baik dari permainan dan perniagaan”,

dan Allah sebaik-baik Pemberi rezki. 11)

 

QS. 62. al-Jumu’ah 9-11

 

 

Perintah Sholat Jum’at

PADA QS. 62:6-9, perintah sholat Jum’at ditegaskan tersurat di dalam al-Qur’an. Inti persoalan adalah sholat dalam arti khusus pada hari Jum’at, tidak seperti sholat lima waktu – seperti Kajian 40: Khusyu’ dalam Sholat. Pada kajian tersebut juga dibahas mengenai pembagian waktu sholat.

Sementara itu, mengenai waktu sholat Jum’at, pada QS. 62:6-9 tersirat bahwa waktu sholat Jum’at itu pada saat manusia melakukan jual-beli yang biasanya dilakukan pada siang hari.

“Hai orang-orang beriman, jika diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu pada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 9)…”

Waktu sholat Jum’at yang dilakukan seminggu sekali, pada saat sibuk manusia berdagangan, jual-beli, bisnis, kesibukan kantor dan aktifitas lain untuk dunianya. Pada puncak kesibukan duniawi itu, ada semacam ‘teguran’ apakah manusia mau mengingat Tuhan untuk menunaikan sholat Jum’at?

Bagi orang yang beriman dan bertaqwa, sholat Jum’at ‘hanya’ salah satu medianya untuk berhubungan dengan Tuhannya selain sholat wajib, sholat sunnah dan bentuk ibadat lainnya. Tentunya ada kekhususan pada sholat Jum’at. Beberapa hadits dan ‘kebiasaan’ yang selama ini dilakukan umat Islam, yaitu Sholat Jum’at waktunya menggantikan sholat Dhuhur; sebagian ulama tidak mewajibkan sholat Dhuhur setelah sholat Jum’at, sebagian kecil ada yang melakukannya; Sholat Jum’at didahului dengan dua khotbah sebagai ‘pengganti’ dua rekaat pertama; sehingga jumlah rekaat sholat Jum’at yang seharusnya 4 rekaat menjadi 2 rekaat.

Pembahasan fiqih rukun sholat telah banyak hadist dan tulisan ilmiah pakar fiqih mengulasnya. Tetapi kajian ini difilsafati secara sosial-humanis, sebab di dalam sholat Jum’at mengandung hikmah yang akan memperkuat ukhuwah islamiah jika diterapkan dan dipraktikkan.

Sholat Jum’at yang wajib pasti dipenuhi jama’ah yang kebetulan berada di sekitar masjid, seperti terlihat pada setiap sholat Jum’at. Pemandangan itu akan tampak berbeda daripada waktu sholat Dhuhur pada hari-hari di luar hari Jum’at. Kesempatan sholat Jum’at harus dimanfaatkan pengurus masjid terutama khatibnya agar bisa memberikan wejangan khotbah Jum’at yang disesuaikan lingkungan dan aktifitas di sekitar masjid, misalnya kantor, pasar, sekolah/kampus dan lain-lain. Khotbah yang qualified dan match dengan masyarakatnya akan memantapkan pemahaman agama sekaligus memperkokoh ukhuwah islamiah.

Tetapi tidak sedikit khotbah Jum’at yang dimanfaatkan propaganda untuk legitimasi kepentingan kelompok tertentu. Sehingga umat yang haus siraman rohani tidak meneguk “air segar” yang menyejukkan jiwa dan hati, tetapi menyulut hawa nafsu kebencian terhadap kelompok lain. Kesucian masjid dan khususnya sholat Jum’at akan tercemar akibat kepentingan egois yang menyusup ke dalamnya.

“…Jika telah ditunaikan shalat (Jum’at), maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.10) Dan jika mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju padanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakan: “Yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah sebaik-baik Pemberi rezki.11)

Pada masa nabi, jenis perniagaan dan permainan pada saat itu sifatnya sederhana, harfiah, face-to-face, yaitu bertemunya produsen dan konsumen secara langsung di pasar. Tetapi zaman modern kini, bentuk perniagaan dan permainan begitu kompleks, mulai e-commerce, perdagangan saham hingga perjudian sangat modern. Dengan aktifitas kompleks dan nilai transaksi yang sangat besar, bisakah meninggalkannya untuk menunaikan sholat Jum’at? Pendekatan tasawuf mengatakan bahwa “bermain-main”, “bercanda” dan “berniaga” dengan Tuhan akan jauh lebih menyenangkan, mengasyikkan dan menguntungkan daripada perniagaan dan permainan dunia yang hanya menyesatkan dan penuh tipu daya.

Firman Tuhan pada QS. 47. Muhammad 36,

Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak meminta harta-hartamu.” 36)

 

Waktu Khusus Ibadat Khusus

Untuk mendapatkan hikmah, rejeki dan karunia besar lainnya, manusia tak bisa bersikap pasif dengan hanya berpangku tangan menunggu jatuhnya pengharapan dari langit atau sim salabim dari orang pintar. Berusaha dan terus berusaha, trial and error, berdoa serta ikhtiar, ora et labora, akan membentuk karakter manusia yang mantap. Kegagalan baginya adalah petunjuk untuk menempuh strategi, cara atau jalan lain agar berhasil.

Pada momentum khusus, seseorang akan menemukan masalah khusus. Maka bagi orang beriman dan bertaqwa yang hanya bergantung pada Tuhan, ia akan melakukan pendekatan pada Tuhannya secara khusus. Menyangkut kajian sholat Jum’at, maka pendekatan kepada Tuhan secara khusus itu pun dikaitkan dengan Hari Jum’at dan Sholat Jum’at.

Banyak kalangan melakukan i’tikaf, yasinan, tadzakkur, tafakkur atau kontemplasi pada Kamis malam atau malam Jum’at. Sebagian yang lain berpandangan bahwa semua hari dan kedudukan surat (termasuk Yaa Siin) adalah sama, sehingga mereka tidak melakukan “ritual” khusus. Perbedaan mendasar ini harus disikapi secara bijak dengan melihat esensi maksud awal dan tujuan akhir dari masing-masing kelompok yang berbeda pendapat. Selama maksud awal dan tujuan akhir adalah tauhid – dengan parameter ‘aslama, nafsul muthma’inah, laa khaufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun – dan kedua kelompok saling menghormati, maka keharmonisan tetap terjaga dan berjalan sesuai naluri insaniah.

Bagi kalangan khusus yang sangat bervariasi kekhususannya itu akan memanfaatkan waktu khusus di dalam rentang hari atau jam untuk ibadat-ibadat khusus seperti puasa, sholat dan zikir. Sebagian yang meyakini hari Jum’at punya kekhususan – indikasinya diabadikan dalam QS. 62:1-11 ini – akan memanfaatkannya mulai malam Jum’at hingga sholat Jum’at esoknya, apalagi jika hari Kamis telah dimanfaatkannya untuk puasa Senin-Kamis.

Hikmah pada waktu khusus yang dimanfaatkan untuk ibadat khusus, hanya bisa dirasakan mereka yang benar-benar memasuki wilayah khusus dengan menikmati zikir khusus. Bisa jadi malam itu malam kemuliaan.

Dalam salah satu bacaan zikirnya di malam Jum’at itu, mungkin ia juga mengamalkan ayat dari QS. 62. al-Jumuah lainnya selain QS. 62:9-11, yaitu “Senantiasa bertasbih pada Tuhan, apa yang di langit dan di bumi. Raja Mahasuci, Perkasa lagi Bijaksana. Dia yang mengutus pada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan pada mereka Kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan nyata. Dan pada kaum lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Demikian karunia Tuhan, diberikan-Nya pada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Tuhan mempunyai karunia besar.” (QS. 62:1-4) ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: