Bacalah 41. Kiamat

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu

dan takutlah akan suatu hari

yang seorang bapak tak dapat menolong anaknya

dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikitpun.

Sesungguhnya janji Allah benar,

maka jangan sekalipun kehidupan dunia memperdayakanmu

dan janganlah penipu (syaitan) memperdayakan kamu

di dalam (menaati) Allah”. 33)

 

Sesungguhnya Allah,

hanya pada sisi-Nya pengetahuan hari kiamat

dan Dia yang turunkan hujan

dan tahu apa yang ada di dalam rahim.

Dan tiada seorangpun dapat mengetahui

apa yang akan diusahakannya besok.

Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui

di bumi mana dia akan mati.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 34)

 

QS. 31. Luqman 33-34

 

Dan Dia Ilah (Yang disembah) di langit dan di bumi

dan Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. 84)

 

Dan Mahasuci (Tuhan) yang mempunyai kerajaan langit dan bumi;

dan apa yang ada di antara keduanya;

dan di sisi-Nya pengetahuan hari kiamat

dan hanya pada-Nya kamu dikembalikan. 85)

 

QS. 43. az-Zukhruf 84-85

 

 

PADA QS. 31:33-34 di atas, pengetahuan hari kiamat dikaitkan dengan masalah hujan dan pengetahuan Tuhan terhadap yang ada di dalam rahim serta soal kematian. Ada keterkaitan hakikat antara hari kiamat, hujan, rahim dan kematian terutama kajian secara simbolis dan secara metafisis yang memerlukan kajian lebih lanjut.

Banyak ayat al-Qur’an yang menjelaskan peristiwa hari kiamat sebagai suatu keadaan instabilitas segala yang maujud di alam ini pada akhir masa yang tidak diketahui kapan terjadinya selain Tuhan yang Mahatahu. Kiamat besar (kubro) tentu amat dasyat tak terbayang, mengingat benda-benda langit saling berbenturan menghasilkan energi mekanik, panas maupun kimia yang tak terukur kedasyatannya.

Tetapi pada QS. 31:33-34 terbersit pesan adanya kiamat kecil sekaligus kebangkitan setelah kiamat kecil itu, yakni ruang dimensi kelahiran manusia, gejolak batin dan jiwa manusia, hingga kematian secara fisik jasmani.

Hakikat kiamat kecil dan hujan mempunyai keterkaitan bahwa hujan mampu menumbuhkan alam kehidupan tetapi sekaligus bisa menghancurkan sebagai kiamat kecil bagi lingkungan sekitarnya. Dengan hujan, unsur-unsur hara tanah akan menghasilkan beraneka tumbuh-tumbuhan untuk konsumsi binatang dan manusia. Sari pati makanan yang dikonsumsi manusia akan menghasilkan sperma dan ovum. Pembuahan terjadi di ruang dimensi rahim sebagai endapan rasa kasih sayang di bagian tubuh seorang perempuan. Disinilah terjadi awal kelahiran manusia yang didasari kasih sayang, baik dari Tuhan kepada “calon” hamba-Nya maupun dari kedua orang tuanya kepada calon bayinya.

Pengembaraan jiwa manusia selama hidup di dunia, atau selama ruh bersemayam di dalam jasadnya, akan terjadi gejolak pencarian hakikat diri. Pengalaman ini dialami semua orang. Jika semua unsur diri tidak terkendali, jiwanya akan stres dan mengalami kiamat kecil yang menyiksa jiwanya. Konflik interest terjadi di dalam dirinya. Perbenturan antara unsur kefasikan dan ketaqwaan akan selalu terjadi selama proses pencarian hakikat diri. Ada dua kemungkinan ketika manusia memilih jalan kefasikan atau ketaqwaan, yaitu: Pertama, ujung jalan kefasikan berakhir pada siksaan jiwa pemarah (ammarah) atau gundah-gulana (lawwamah), neraka diri dan neraka akhirat, serta mereka kekal di dalamnya. Kedua, ujung jalan ketaqwaan yang akan berakhir pada kenikmatan jiwa yang tenang (muthma’inah), surga diri dan surga akhirat serta harapan bertemu Tuhannya sebagai kenikmatan tertinggi.

Kiamat kecil lainnya adalah akhir hidup manusia di muka bumi berupa kematian fisik, yaitu ketika ruh meninggalkan jasadnya berupa jiwa-jiwa ammarah, lawwamah atau muthma’inah. Jiwa-jiwa yang telah meninggalkan jasadnya tersebut hidup sementara di alam kubur dan menanti kiamat besar terjadi yaitu ketika lenyapnya seluruh ciptaan Tuhan yang gambarannya tidak mungkin dijangkau manusia sebagai salah satu bentuk ciptaan-Nya.

Firman Tuhan pada QS. 4. an-Nisaa’ (Wanita) 87,

“Allah, tiada Ilah selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkanmu di hari kiamat yang tiada keraguan terjadinya. Dan siapa yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah.” 87)

Semua Kembali ke Diri Sendiri

“Hai manusia, bertaqwalah pada Tuhanmu dan takutlah akan suatu hari yang seorang bapak tak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikitpun…”

Isyarat itu mengajarkan kemandirian. Orang yang memahaminya akan terbiasa menghadapi segala sesuatu di dalam hidupnya secara mandiri dan dengan hanya bergantung pada Tuhan, tidak pada yang lain.

Semua hasil perbuatan manusia akan kembali ke dirinya sendiri, baik kebaikan maupun kejahatan. Sebelum dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, kebaikan atau kejahatan pasti berawal dari bisikan hati yang mengantarkan pada pikiran-pikiran yang baik dan jahat. Sehingga, mengendalikan pikiran merupakan salah satu unsur pelajaran bagi mereka yang sedang mencari hakikat diri. Mereka yang terjaga dari prasangka akan menyerahkan segala sesuatu sepenuhnya pada Tuhan. Ia tidak berprasangka, karena akan sedikit atau banyak menghalanginya ke jalan Tuhan untuk mencapai Ridha-Nya.

Bahkan menurut suatu riwayat hadits qudsi, definisi “Tuhan” pun tergantung bagaimana diri manusia mengenali-Nya, sehingga akan timbul berbagai pendekatan-pendekatan berupa aliran atau tarekat di dalam agama. Semuanya kembali ke diri sendiri. Hal tersebut juga menyangkut nasib atau taqdir suatu diri atau kaum yang tergantung pada diri atau kaum itu sendiri.

Permainan Kehidupan Dunia

“…Sesungguhnya janji Allah benar, maka jangan sekalipun kehidupan dunia perdayakanmu dan jangan penipu (syaitan) memperdayakanmu dalam (menaati) Allah”. 33)

Sinergi ayat-ayat al-Qur’an akan selalu saling mengait. Misalnya Tuhan menyebut pada sisi Tuhan kunci-kunci semua yang ghoib; tiada yang tahu kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di darat dan di laut; dan tiada sehelai daun gugur selain Dia mengetahuinya; dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak suatu yang basah atau kering selain tertulis dalam kitab nyata. Orang awam akan bertanya; “Apa kaitannya keghoiban dengan sehelai daun yang gugur dan sebutir biji yang jatuh dalam kegelapan?” Penjelasannya ada pada Kajian 8: Hakikat Keghoiban.

Sinergi juga mengaitkan jiwa dan kehidupan dunia sebagai kesenangan memperdayakan seperti Firman Tuhan pada QS. 3:185 “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanya kesenangan yang memperdayakan.”.185)

Jiwa manusia yang hidup di dunia selalu mengalami fluktuasi antara kesenangan dan kesedihan. Bagi jiwa yang terpengaruh elemen-elemen duniawi pasti mengalami konflik batin. Tetapi bagi mereka yang istiqomah, sudah tetap-mantap hatinya, ia telah mencapai ketenangan abadi karena telah menerapkan filosofi mati ning sajroning urip, urip ning sajroning pati.

Maksud “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati” pada QS. 3:185 adalah kematian jasad. Jadi, sebelum jiwa meninggalkan jasad, diharapkan berbagai kesenangan dunia yang memperdayakan yang tidak diridhai Tuhan, tidak menghambatnya menuju Hakikat-Nya.

Pengetahuan Hari Kiamat

“…Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya pengetahuan hari kiamat…”

Mengenai pengetahuan tentang hari kiamat, Nabi Muhammad pernah menjelaskan; Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadi”. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-hara bagi semua makhluk) di langit dan bumi. Kiamat tak akan datang kepadamu selain tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan hari kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.187) Katakanlah::”Aku tidak kuasa menarik kemanfa’atan bagiku dan tidak menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Tuhan. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghoib, tentu aku akan membuat kebajikan yang sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku hanya pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang beriman”.188) (QS. 7:187-188)

Nabi Muhammad pun mengakui keterbatasan akan pengetahuannya mengenai hari kiamat, selain suatu kejadian pada akhir zaman yang dasyat mengerikan. Tetapi tanda-tanda fisik maupun psikis sudah mulai tampak sejak zaman nabi, tetapi klimaksnya akan terjadi secara tiba-tiba.

Sebuah film Hollywood “Armageddon” yang dibintangi Bruce Willis mengisahkan jatuhnya meteor sebesar kota Texas. Tanda-tandanya telah terdeteksi satelit. Imajinasi manusia dengan kemampuan ipteknya berusaha mencegah bencana di bumi akibat meteor jatuh. Beberapa meteor jatuh melanda bumi digambarkan sangat dasyat. Seperti itu gambaran sekilas sedikit kiamat. Sebelum induk meteor menghujam bumi, dikirim pasukan penghancur dari team pengebor minyak, didaratkan di meteor yang bergerak dengan kecepatan tinggi, serta ditanamkanlah nuklir ke dalam meteor dengan harapan hancur berkeping-keping dan gagal menghujam bumi. Berhubung film Hollywood, maka berhasillah misi NASA yang immpossible tersebut.

That’s a hollywood film – predictable….

Kiamat dan al-Asmaaul Husna

Pada sub-kajian ini khusus membahas QS. 16:65-82 yang mengaitkan kiamat dengan al-Asmaaul Husna. Semua ciptaan Tuhan menyangkut mahluk dan berbagai kejadian yang menyertainya saling terkait simultan. Pada QS. 16:65-82 dijelaskan definisi Tuhan melalui ciptaan dan kreasi kehidupan, termasuk perumpamaan dan kejadian manusia, yaitu:

Tuhan menurunkan air dari langit, dan dengan air menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya yang demikian terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi yang mendengarkan. Dan binatang ternak terdapat pelajaran bagi manusia. Dari perutnya keluar susu bersih antara tahi dan darah. Dengan korma dan anggur manusia membuat minuman memabukkan dan yang baik. Sesungguhnya yang demikian adalah tanda kebesaran Tuhan bagi yang memikirkannya. Dan Tuhan pun mewahyukan pada lebah: “Buatlah sarang di bukit, di pohon dan di tempat yang dibikin manusia”. Lebah makan tiap buah-buahan dan menempuh jalan Tuhan yang telah dimudahkan. Dan dari perutnya ada madu yang bermacam warnanya, di dalamnya ada obat bagi manusia. Sesungguhnya yang demikian terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi yang memikirkan (QS. 16:62-69).

Tuhan menciptakan manusia lalu mewafatkannya. Ada manusia yang dikembalikan pada umur paling lemah atau pikun, supaya dia tidak tahu lagi suatupun yang diketahuinya. Sesungguhnya Tuhan Maha Mengetahui lagi Mahakuasa (QS. 16:70).

Tuhan melebihkan rejeki sebagian manusia dari sebagian lain. Tetapi orang-orang yang dilebihkan rejekinya tidak mau memberi rejeki mereka pada budak yang mereka miliki, agar kaum dhuafa merasakan rejeki itu. Mereka mengingkari nikmat Tuhan (QS. 16:71).

Tuhan menjadikan isteri bagi jiwa yang bersemayam dalam tubuh pria dan sebaliknya, dan menjadikan anakcucu dan memberi rejeki dari yang baik-baik. Tetapi banyak manusia beriman pada yang bathil dan ingkar nikmat Tuhan. Manusia menyembah selain Tuhan suatu yang tidak dapat memberi rejeki pada mereka sedikitpun dari langit dan bumi dan tidak kuasa sedikit pun. Maka jangan manusia mengadakan sekutu-sekutu bagi Tuhan. Sesungguhnya Tuhan Mahatahu, sedang manusia tidak (QS. 16:72-74).

Tuhan membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap suatupun dan seorang yang Tuhan beri rejeki yang baik dari Tuhan, lalu dia menafkahkan sebagian rejeki itu secara sembunyi dan terang-terangan. Adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Tuhan. Tetapi banyak manusia tak tahu (QS. 16:75).

Tuhan membuat perumpamaan 2 orang lelaki; yang seorang bisu, tidak dapat berbuat suatupun dan menjadi beban penanggungnya, ke mana ia disuruh penanggungnya, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada pula di atas jalan yang lurus? (QS. 16:76)

Dan kepunyaan Tuhan segala yang tersembunyi di langit dan bumi. Tiada kejadian kiamat selain sekejap atau lebih cepat lagi. Sesungguhnya Tuhan Maha Kuasa atas segala suatu (QS. 16:77)

Tuhan mengeluarkan manusia dari perut seorang ibu dalam keadaan tidak tahu suatupun dan Dia memberinya pendengaran, penglihatan dan hati agar manusia bersyukur. Tidakkah manusia memperhatikan burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tiada yang menahan selain Tuhan. Sesungguhnya yang demikian terdapat kebesaran Tuhan bagi orang-orang yang beriman (QS. 16:78-79)

Tuhan menjadikan bagi manusia rumah-rumah sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan rumah atau kemah dari kulit binatang ternak yang ringan dibawa sewaktu berjalan dan bermukim. Dan dijadikan pula dari bulu domba, onta dan kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan yang dipakai sampai waktu tertentu (QS. 16:80).

Tuhan menjadikan bagi manusia tempat bernaung dari yang telah Dia ciptakan dan Dia menjadikan bagi manusia tempat tinggal di gunung dan Dia menjadikan bagi manusia pakaian yang memeliharamu dari panas dan baju besi yang memeliharanya di dalam perang. Demikian Tuhan sempurnakan nikmat-Nya atas manusia agar mereka berserah diri pada-Nya. Jika mereka tetap berpaling, sesungguhnya kewajiban nabi, rasul dan orang beriman hanya menyampaikan amanat-Nya dengan terang (QS. 16:81-82).

Itulah rincian Tuhan mengenai Kreasi-Nya yang mengarahkan kepada “definisi” ketuhanan-Nya. Beberapa faktor alam di antaranya, (1) air (hujan), yang dengannya segala kehidupan di bumi dimulai, (2) susu bersih yang menyehatkan yang keluar di antara tahi dan darah, (3) korma-anggur bisa membuat minuman memabukkan dan tidak, (4) lebah dan madu yang penuh manfaat sebagai obat bagi manusia, (5) menghidup-matikan manusia dengan umur yang berbeda-beda, (6) melebihkan rejeki manusia atas sebagian lainnya sebagai cobaan, (7) menciptakan pasangan suami-istri serta anak dan cucu keturunannya, (8) membuat berbagai perumpamaan bagi mereka yang memikirkan, (9) manusia lahir lemah, agar memperhatikan hikmah pada burung, (10) dari bahan binatang dan alam, manusia membuat rumahnya, (11) demikian pula soal pakaian yang terbuat dari alam sekitarnya.

Begitu detail Tuhan menguraikan Kehendak-Nya, dan di antara uraian tersebut diingatkan adanya kiamat itu datang secara mendadak bahkan lebih cepat lagi yang tidak diduga oleh manusia agar setiap saat manusia yang beriman dan bertaqwa tetap waspada menjaga keimanan dan ketaqwaannya.

Pengertian kiamat dan waktunya tersebut terbagai menjadi dua; yaitu: Pertama, soal kiamat bisa berarti (1) kiamat kecil (kematian seseorang atau suatu kaum) dan (2) kiamat besar yang ditandai kehancuran fisik-material alam semesta jagat raya. Kedua, soal waktu yang cepat tak terduga yaitu pada momen kiamat itu sendiri. Sedangkan tanda-tandanya telah ada ketika alam semesta untuk pertama kali diciptakan atau sewaktu manusia lahir. Dengan indikasi bahwa mahluk yang bergantung dimensi ruang dan waktu, pasti mempunyai umur akhir sebagai takdir kehancurannya.

Soal Hujan, Rahim dan Kematian

“…dan Dia yang menurunkan hujan dan tahu apa yang ada dalam rahim. Dan tak seorangpun tahu (dengan pasti) apa yang diusahakannya besok. Dan tak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati… 34)

Pada akhir ayat kajian ini, Tuhan menunjukkan Kekuasaan-Nya yang meliputi segala sesuatu. Tetapi secara khusus yang menjadi penyebab segala sesuatu di antaranya adalah hujan. Bahkan hujan bisa mensucikan, seperti Firman Tuhan pada QS. 8:11, “… dan Tuhan turunkan padamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu, dan menghilangkan darimu gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)11)“. Demikian pula dengan rahim sebagai suatu simbol kasih sayang dan kesucian tempat lahir manusia.

Dengan mengingat fitrahnya yang suci dan mengaitkannya dengan hujan yang bisa mensucikan pula, maka manusia hendaknya senantiasa menjaga kesucian lahir dan batin. Karena dengan terjaga kesuciannya, ia akan dengan mantap melangkahkan kakinya walaupun ia tidak tahu pasti apa yang akan diusahakannya besok, karena segala sesuatunya Tuhan yang akan mengaturnya dengan detail dan teliti.

Menjaga kesucian juga meliputi sikap ‘aslama dan istiqomah dalam menyempurnakan hidupnya di dunia. Kesadaran akan segala pengetahuan hanya ada pada Tuhan, dan dirinya tiada tahu apa-apa tanpa seijin Tuhan. Secara alamiah ia telah menempatkan Tuhannya di atas segala-galanya. Manusia serba tidak tahu apa pun, hanya Tuhanlah yang Mahatahu, termasuk di bumi mana ia akan mati. ***

 

Hari Kiamat, 1)

apakah hari Kiamat itu? 2)

Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 3)

 

Pada hari itu manusia seperti anai-anai bertebaran,4)

dan gunung-gunung seperti bulu dihambur-hamburkan.5)

Dan orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, 6)

maka dia dalam kehidupan memuaskan. 7)

Dan orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, 8)

maka kembalinya neraka Hawiyah. 9)

Dan tahukah kamu apa neraka Hawiyah itu? 10)

(Yaitu) api yang sangat panas. 11)

 

QS. 101. al Qaari’ah 1-11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: