Bacalah 31. Jangan Ada Rahasia

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

Hai orang-orang beriman,

jika kamu mengadakan pembicaraan rahasia,

janganlah kamu membicarakan tentang

dosa, permusuhan dan durhaka pada Rasul.

Dan bicarakan tentang kebajikan dan taqwa.

Dan taqwalah pada Allah

yang pada-Nya kamu akan dikembalikan. 9)

 

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu dari syaitan

supaya orang-orang beriman itu berduka cita

sedang pembicaraan itu

tiada memberi mudharat sedikitpun pada mereka

kecuali sdengan izin Allah

dan pada Allah hendaknya orang-orang yang beriman tawakkal. 10)

 

QS. 58. al-Mujaadilah (Wanita yang Menggugat) 9-10

 

Sesungguhnya orang-orang yang takut Tuhannya

yang tidak tampak oleh mereka,

akan memperoleh ampunan dan pahala besar. 12)

 

Dan rahasiakan perkataanmu atau lahirkan;

sesungguhnya Dia Mahatahu segala isi hati. 13)

 

Apakah Allah yang menciptakan tak mengetahui

(apa yang kamu lahirkan dan rahasiakan)

dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui 14)

 

QS. 67. al-Mulk (Kerajaan) 12-14

 

Pembicaraan sebagai Komunikasi

“Hai orang-orang beriman, jika kamu mengadakan pembicaraan rahasia, jangan kamu membicarakan tentang dosa, permusuhan dan durhaka pada Rasul. Dan bicarakan tentang kebajikan dan taqwa. Dan taqwalah kepada Allah yang pada-Nya kamu akan dikembalikan.9) Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu dari syaitan supaya orang-orang beriman berduka cita sedang pembicaraan itu tiada memberi mudharat sedikitpun pada mereka kecuali dengan izin Allah dan pada Allah hendaknya orang-orang yang beriman tawakkal.10)

Inti pembicaraan rahasia yang dilarang adalah pembicaraan yang berisi kemudharatan, mengandung dosa, permusuhan dan durhaka pada Rasul. Pembicaraan yang tidak membawa manfaat hendaknya dihindari karena cenderung kepada prasangka dan fitnah.

Pembicaraan sebagai suatu bentuk komunikasi akan lebih bermanfaat jika tujuannya jelas dan positif. Pembicaraan adalah upaya mengungkapkan isi hati seseorang pada orang lain, atau pada Tuhan, atau pada diri sendiri. Semakin cerdas seseorang, yaitu IQ-EQ baik, ia akan mudah melakukan komunikasi dengan orang lain. Tetapi jika SQ buruk, ia pun dengan mudah dan pintar melakukan kebohongan yang sulit diketahui kebohongannya.

“Pembicaraan” sebagai bentuk komunikasi seperti pada tabel berikut:

Dapat dibayangkan bagaimana komunikasi terjadi. Pembicaraan hanya sebagian kecil dari komunikasi. Makna pembicaraan secara sempit adalah hubungan antar dua orang atau lebih melalui kata. Tetapi ternyata ada bentuk komunikasi yang tidak mampu diucapkan kata, dituliskan atau digambarkan di atas kertas, apalagi diwujudkan tiga dimensinya.

Komunikasi lebih tinggi derajatnya adalah komunikasi yang tersirat, tidak perlu diucapkan karena sejuta kata bahasa takkan mampu menguraikan maknanya. Tetapi orang yang menghayati bentuk komunikasi itu, jika ia terpaksa ingin mengungkapkan perasaannya yang paling dalam, ia memakai bahasa puitis, essay yang simbolis dan karya-karya seni yang abstrak.

Lapisan keindahan seperti pada Kajian 30: Dibaguskan-Nya Rupamu mempunyai tingkatan-tingkatan. Ada yang bisa dipahami harfiah, diserap melalui pancaindra secara biasa. Ada yang diungkapkan secara sederhana sudah bisa mengungkapkan keindahan harfiah. Semua orang bisa melihat, memandang, mendengar dan merasakannya. Tetapi ada keindahan hakiki yang tersembunyi (inner beauty) di balik keindahan tadi. Kadang keindahan hakiki itu sembunyi di balik kejelekan harfiah. Sehingga untuk merasakan keindahannya harus melalui ilmu dan hikmah.

Keindahan dan kejelekan adalah fenomena yang jujur, sama sekali tidak menyimpan rahasia. Yang rahasia hanya ketidak-mampuan untuk mencerna dan meresapi keberadaannya. Orang-orang yang sudah merasakan semua tingkatan keindahan, sudah menguasai tingkatan “pembicaraan”, baginya tidak ada lagi rahasia.

Rahasia dan Kebohongan

Pada kenyataannya masyarakat sering sampai pada suatu keadaan yang memaksa merahasiakan atau mengatakan suatu kebohongan. Jika diruntut segi hukumnya, maka pembicaraan rahasia tadi yang dilarang adalah yang menyangkut kemudharatan yang dihukumi dosa. Penilaian hukum hanya ada dua, yaitu halal dan haram, atau hak dan batil, benar dan salah.

Yang masuk kategori haram tadi adalah dosa, permusuhan, durhaka, bohong, fitnah dan lain-lain kebatilan atau kekejian yang bersumber bisikan setan. Tetapi ada toleransi yang memperbolehkan haram menjadi halal; yaitu kekhilafan dan keterpaksaan yang bukan karena disengaja. Islam memang apa adanya karena keterbatasan manusia dan kekhilafannya. Hukum Islam akan mengampuni orang yang khilaf dan penyesalannya.

Demikian pula jika ada rahasia atau terpaksa berbohong demi menjaga kemaslahatan seseorang atau umat. Ada dua contoh kasus sebagai pelajaran;

Pertama, ada pejuang Islam yang terdesak dan bersembunyi di rumah penduduk di satu tempat tersembunyi. Musuh yang ingkar menyisir dan menginterogasi. Ketika tuan rumah ditanya, ia berbohong dengan berkata bahwa orang yang dimaksud tidak ada di rumahnya; atau berdalih bahwa ia tadi melihat orang yang mencurigakan berlari di tepi sungai menuju hutan. Sikap kedua dikatakan tidak berbohong karena sebelum sampai ke rumah, ia dari rumah temannya melewati sungai dan melihat orang mencurigakan – haknya memberi status “curiga”. Ia tahu ada pejuang sembunyi di rumahnya karena diberitahu anaknya. Pada kasus pertama, ia mengambil sikap bohong. Pada kasus kedua, ia membicarakan orang lain untuk mengaburkan musuh. Keduanya sama-sama tidak berdosa.

Kedua, ada kasus seorang yang berpuasa sunnah – bukan Senin-Kamis karena puasa Senin-Kamis sudah umum bagi masyarakat. Ketika bertamu, tuan rumah yang akrab dengannya mendadak menyiapkan makan siang. Bagaimana sikap orang berpuasa tadi? Membatalkan puasa? Menolak dan berbohong bahwa ia sudah makan? Jika membatalkan puasa, ia memuaskan jamuan tuan rumah. Jika menolak dan berbohong sudah makan sebelumnya, ia akan mengecewakan hati tuan rumah. Sikap pertama lebih baik, sebab Nabi bersabda yang intinya jika puasa sunnah tidak diketahui orang lain dan orang itu menjamunya, untuk menyenangkan yang menjamu, yang puasa boleh makan sekedarnya dan setelah itu meneruskan puasanya. Pelajaran ini adalah puasanya tidak sekedar menahan lapar-dahaga tetapi lebih menjaga hati-jiwa. Sementara itu, sikap kedua selain bohong tetap dihukumi dosa, ditambah mengecewakan orang lain yang dengan ikhlas ingin menjamunya.

Banyak kasus yang melibatkan hukum Islam tidak harus diberlakukan kaku mutlak halal-haram. Harus dilihat permasalahan secara detail dan adil. Jika halal harus dikatakan halal, begitu pula sebaliknya. Janganlah ada rahasia karena rahasia itu sebenarnya memang tidak ada. Seluruh alam tergelar berdasar kenyataan demi kenyataan. Sesuatu yang nyata pasti bukan rahasia. Hijab rahasia hanya menimpa orang-orang yang tidak tahu dan tidak berilmu, atau berilmu tetapi sengaja menutup-nutupi kebenaran ilmu.

Rahasia Hanya untuk Musuh Tuhan

“Dan rahasiakan perkataanmu atau lahirkan; sesungguhnya Dia Mahaahu segala isi hati.13) Apakah Allah yang menciptakan tidak mengetahui (apa yang kamu lahirkan dan rahasiakan) dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui 14)

Orang yang takut pada Tuhan pasti yakin bahwa Tuhan memang ada, Tuhan Mahatahu perkataan yang rahasia maupun dilahirkan. Sesungguhnya Tuhan Mahatahu segala isi hati. Lalu mengapa rahasia itu ada?

Pada kisah Nabi Adam yang terbujuk setan untuk memakan buah khuldi di surga, bisikan setan itu adalah pembicaraan pertama yang berusaha mengungkapkan “rahasia” pohon khuldi. Dikatakan setan, jika Nabi Adam memakan buah itu, ia akan kekal seperti penghuni lainnya di surga. Rahasia itu salah. Larangan memakan buah khuldi adalah hak prerogatif Tuhan. Manfaat dan mudharat memakan buah itu bukan lahan manusia dan setan. Pohon khuldi adalah rahasia bagi Adam dan setan, tetapi tidak bagi Tuhan. Oleh karena itu, setan dan anak buahnya yaitu iblis, jin dan manusia ingkar suka membisik-bisikkan “pembicaraan langit”, sering mengadakan suatu yang semestinya tidak perlu diada-adakan. Mereka itu musuh-musuh Tuhan, malaikat, rasul-nabi, orang yang beriman dan bertaqwa. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: