Bacalah 29. Catatan Malaikat

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

Dan sesungguhnya

Kami telah menciptakan manusia

dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan hatinya,

dan Kami lebih dekat padanya dari urat lehernya, 16)

 

(yaitu) saat dua malaikat mencatat amal perbuatannya,

seorang duduk di sebelah kanan dan yang lainnya di sebelah kiri. 17)

 

Tiada suatu ucapan yang diucapkan

selain ada di dekatnya malaikat pengawas selalu hadir. 18)

 

QS. 50. Qaaf 16-18

 

Mendengarkan Bisikan Hati

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui yang dibisikkan hatinya,…”

Tuhan menciptakan manusia, sehingga hanya Dia yang tahu segalanya tentang manusia, termasuk apa yang dibisikkan hatinya. Menyadari hal ini, maka kedekatan Tuhan pada hamba-hamba-Nya tidak terukur (unmeasured). Kedekatan itu oleh beberapa sufi ada yang menerjemahkan dengan kesatuan (unity) atau syathhiyyat sebagai ucapan yang ekstatik seperti oleh al-Hallaj, “Aku Kebenaran” dan Abu Yazid, “Dalam jubahku, yang ada hanya Allah.”

Bisikan hati timbul dari interaksi antara stimuli yang masuk melalui panca indera dan keinginan hati atau desakan jiwanya akan kebutuhannya. Relasi stimuli dan keinginan diri mengakibatkan bisikan hati itu sifatnya menjadi sangat lembut, halus, berlapis-lapis dan ada kalanya simpang-siur. Untuk menertibkannya, manusia harus bermeditasi atau kontemplasi untuk mengendapkan cluster pemikiran agar bisa memilah dan memilih prioritas. Dengan demikian, dari follow the emptiness itu (meditasi atau kontemplasi), manusia akan mendengar bisikan hati secara jernih dan jujur.

Tuhan Lebih Dekat dari Urat Leher

“…dan Kami lebih dekat padanya dari urat lehernya, 16) (yaitu) saat dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. 17)

Kata “Kami lebih dekat dari urat leher” pada ayat di atas merupakan indikasi bahwa ada dua malaikat sebagai “staf” Tuhan yang setia bertugas. Sedangkan Tuhan sebagai “Bos” pasti bisa lebih dekat dari itu. Dan kalimat “duduk di sebelah kanan dan yang lain di kiri” merupakan simbol adanya keseimbangan hakiki. Satu mencatat kebaikan, yang lainnya keburukan. Satu mencatat yang lahir, lainnya yang bathin; dan seterusnya.

Secara matematis, ada perumpamaan filosofis yang melibatkan angka. Misalnya antara positif dengan negatif. Di sepanjang garis bilangan ada sederetan angka yang jumlahnya tidak terhingga dari –¥ maupun +¥. Ada titik tengah garis bilangan itu, yaitu angka 0. Angka ini jika difilsafati akan banyak ditemukan berbagai penjelasan, di antaranya:
Pertama,
merupakan posisi yang tidak memihak ke kiri maupun kanan (adil); Kedua, tidak ada rasa suka (mewakili kanan) maupun rasa duka (mewakili kiri); Ketiga, tidak mempunyai prasangka baik (kanan) maupun buruk (kiri), dan lain-lain.

Perkiraan Perhitungan Malaikat

“Tiada suatu ucapan yang diucapkan selain ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. 18)

Jika secara kasar, menghitung catatan malaikat bisa dilihat dari catatan malaikat terhadap seseorang, sebutlah si Fulan. Perhitungan dimulai ketika si Fulan mulai akil-baliq berumur sekitar 17 tahun dan hingga mati misalnua umur 65 tahun. Usia hidupnya 48 tahun = 48*1*365 hari = 17.520 hari. Sehari ia tidur efektif sekitar 5 jam, jadi jam efektif perhari adalah 19 jam. Perhitungan umurnya dalam satuan jam: 17.520*1*19 jam = 332.880 jam.

Pertama, yang perlu diperhitungkan adalah panca indera: Mata; berapa obyek yang dilihatnya, Telinga; berapa obyek yang didengarnya, Hidung; berapa stimuli yang diciumnya, Kulit; berapa lawan jenis yang bersentuhan dengannya, Lidah atau Mulut; berapa obyek rasa atau kata yang ia lontarkan. Kedua, yang diperhitungkan pula adalah kaki dan tangan: Tangan; untuk apa tangan dipergunakan, Kaki; ke mana diri dibawa oleh kaki,

Ada banyak kemungkinan mata-telinga-hidung-kulit-mulut berinteraksi dengan tangan-kaki jika dihitung sendiri-sendiri. Pembulatan paling kasar kemungkinan interaksi panca indera dengan tangan-kaki misalnya 25 (=52) Padahal kemungkinan itu arus dikombinasi dengan interaksi si Fulan dengan orang lain. Peluang kemungkinan si Fulan berinteraksi dengan teman wanita, misalnya satu jam adalah 10 orang = 250 kemungkinan (25×10) per jam, maka ada peluang kejadian pahala-dosa yang dilakukan panca inderanya. Sehingga setahun ia mempunyai peluang pahala-dosa sebanyak 250*332.880 = 83.220.000 kemungkinan.

Jika analisa malaikat yang sangat detail, teliti dan terperinci tidak ada satupun yang tersisa, pada setiap 1 kemungkinan yang dikaitkan dengan niat, hati dan jiwa si Fulan menghabiskan 1 buku tulis sekolah yang terdiri 100 halaman scara detail meliputi data, grafik, gambar dan lain-lain; maka catatan pahala-dosa si Fulan selama hidup di dunia sekitar 8.322.000.000 lembar halaman..!! Itu masih belum dihitung kemungkinan lain di dalam satu kemungkinan; dan jumlahnya yang mungkin bertambah… Belum lagi perhitungan rekan si Fulan, satu kantor si Fulan, satu bangsa si Fulan, sekian milyar manusia di bumi saat ini… Belum lagi umat-umat yang lalu…

Jika manusia mampu menghimpun milyaran data cukup detail melalui satelit, mampu berkomunikasi dengan sekian juta manusia saat itu juga melalui teknologi internet via satelit juga; maka dapat dibandingkan kemampuan malaikat yang tingkatannya 1.000 hingga 50.000 kemampuan orang terpandai di bumi saat ini maupun di masa yang akan datang. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: