Bacalah 24. Seberapa Lembut-NYA

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya;

Dia memberi rejeki kepada siapa yang di kehendaki-Nya

dan Dia Mahakuat lagi Mahaperkasa. 19)

 

Siapa yang menghendaki keuntungan akhirat

akan Kami tambah keuntungan itu baginya

dan siapa yang kehendaki keuntungan dunia

Kami beri padanya sebagian keuntungan dunia

dan tiada baginya bagianpun di akhirat. 20)

 

QS. 42. asy-Syuura (Musyawarat) 19-20

 

 

ARTI harfiah “Kelembutan Allah” bisa berarti secara materialistis mulai dari ciptaan-Nya maupun pengetahuan-Nya. Semut yang kecil beserta telurnya, yang jauh lebih kecil dari semutnya, Tuhan pun menjamin rejeki dan siklus hidupnya. Bahkan mahluk-mahluk yang jauh-jauh lebih kecil dari semut seperti bakteri, amuba dan lain-lain, Tuhan juga menjamin kehidupan makhluk-mahluk kecil tersebut. Arti kelembutan itu merupakan manifestasi Kebesaran Tuhan, Allahu Akbar

Arti harfiah lain mendekati kiasan di dalam penjelasannya. Makna “Kelembutan Allah” bisa berarti immaterialistis yang mampu menembus ulu hati manusia, mengetahui bisikan hati manusia dan mahluk ghoib sekali pun. Tiada yang tersembunyi atau yang lebih lembut dari Kelembutan Tuhan…

Kelembutan Materi dan Kategorinya

“Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rejeki pada siapa yang di kehendaki-Nya dan Dia Mahakuat lagi Mahaperkasa. 19)

Kelembutan Tuhan meliputi seluruh pengertian dimensi, baik yang dipahami manusia maupun yang belum atau tidak sama sekali. Lembut bisa berarti secara ukuran materi, sifat maupun pengertian lain yang belum atau tak bisa dimasukkan dalam kosa kata manusia karena keterbatasannya dan ketidak-terbatasan-NYA.

Dari sisi kelembutan materi, Tuhan menciptakan mahluk kecil seperti nyamuk, semut, kutu dan lain-lain serta mengatur rezekinya. Pastilah Tuhan Mahalembut tidak terhingga karena begitu Teliti, Detail dan Adil terhadap semua mahluk ciptaan-Nya. Itulah Allah, Tuhan yang patut disembah oleh semua mahluk.

Jika nyamuk dan semut yang kecil diperbesar melalui mikroskop elektronik akan tampak suatu pemandangan indah sangat menakjubkan. Ukuran mikroskop yang mampu dijangkau manusia adalah nano-meter (seper-seribu meter), lebih populer dikenal dunia nano (nano world). Bisa dibayangkan betapa lembut ukuran itu. Tapi ukuran kelembutan Tuhan yang menciptakan jasad mikro akan jauh melebihi kelembutan ukuran tersebut karena begitu detail Tuhan menciptakannya.

Kebesaran Tuhan terkadang harus dikaji dengan memperhatikan ciptaan-Nya yang kecil-kecil, lembut-lembut bagi ukuran manusia. Dengan memperhatikan hal yang kecil-kecil, tidak harus melahirkan sikap lemah dan apatisme, tetapi harus meningkatkan iman-taqwa dan kepekaan rasa terhadap solidaritas sesama mahluk ciptaan Tuhan.

Secara sosial hal ini mencerminkan kepekaan sosial pada masyarakat yang lemah secara ekonomis. Sikap sopan santun, lemah lembut dan kepekaan rasa akan relatif bisa membantu mempercepat atau menghantarkan pada pemahaman dan penghayatan kepada Cahaya-Nya. Bukan sebaliknya, ambisi mencari hal-hal besar, terbuai mimpi dan angan-angan, cenderung mengakibatkan aroganitas terhadap mahluk lebih kecil di bawahnya yang membenturkan pada pilar-pilar kegelapan.

Mahluk kecil ciptaan Tuhan masih terpilah berbagai macam tergantung fungsinya masing-masing. Inilah pula yang menunjang QS. 31. Luqman 27 pada Kajian 18: Tak Habis Kalimat Tuhan, yaitu: “dan andaikan pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan padanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya takkan habis (dituliskan) kalimat Allah….”

Kelembutan materi yang mampu dilihat dan dinikmati manusia beserta kemajuan ilmu pengetahuannya selengkapnya dikategorikan sebagai berikut: (1)
Dzat Tuhan yang Mahalembut tak terbilang, tak terdimensi, tak terukur dan tak terdefinisi karena sangat terbatasnya ilmu pengetahuan manusia tentang Dzat Tuhan, (2)
Mahluk ciptaan Tuhan yang sangat kecil hingga mikro-organism dan partikel benda mati, (3)
Hasil karya budaya manusia sebagai ciptaan Tuhan terutama di bidang seni mulai dari detail lukisan, gerakan tarian, detail miniatur karya seni dan lain-lain, (4)
Hasil karya teknologi manusia sebagai ciptaan Tuhan terutama teknologi satelit hingga micro-chip yang mengandalkan teknologi komputer berukuran nano-meter.

Kelembutan Immateri dan Kategorinya

Sesuatu yang bersifat non-materi sebetulnya masih berkategori materi. Tetapi berhubung kelembutan yang tak kasat mata maka disebutlah materi menjadi sesuatu yang immateri. Contoh eksistensi Kelembutan Tuhan misalnya memberikan al-ru’ya al-shalihah atau mimpi benar sebagai sarana memperingatkan atau memberitahukan hamba-Nya, seperti doa Nabi Yusuf pada Firman Tuhan QS. 12. Yusuf 100-101,

Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkau Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkan aku dalam keadaan berserah diri dan gabungkan aku dengan orang-orang saleh.”

Mimpi. Secara sadar, mimpi adalah bangkitan dari memori kejadian kongkrit pada masa-masa lalu maupun ingatan-ingatan yang di alami oleh seseorang. Alam bawah sadar menggerakkan urat-urat syaraf otak yang sangat halus ketika tidur sehingga muncul serangkaian kisah di alam mimpi.

Sementara itu hakikat mimpi yang benar ketika Tuhan menyampaikan pesan-Nya pada seorang, sebagai salah satu bentuk wahyu, adalah ketika syaraf paling halus di dalam hati yang ditafsirkan sebagai misykat cahaya telah terjadi kontak dengan sumber azali.

Mimpi-mimpi tersebut, betapa pun itu, Tuhan yang mengaturnya karena Ia memang Maha Pengatur seluruh kehidupan alam nyata maupun alam mimpi sebagai “bunga tidur”. Dari berbagai macam (definisi) mimpi-mimpi, dapat dipisahkan menjadi dua macam yaitu (1) mimpi secara psikologis dan (2) mimpi secara religis.

Ada lagi kelembutan immateri berupa rasa atau insting yang bisa membangkitkan firasat atau kelebihan lain akibat hidayah dari sifat-sifat Kemahalembutan Tuhan Konon, salah satu zikir misykat cahaya terutama ditekankan pada ketiadaan dimensi, baik dimensi ruang maupun waktu, jika ia dizikirkan istiqomah ditambah puasa dan juga zikir al-Asmaul Husna “Yaa Lathiif” yang ditekankan pada kelembutan rasa, Insya Allah, ia diberi hidayah Tuhan berupa kemampuan membaca “tanda-tanda zaman” kejadian di masa mendatang. Melihat masa depan bukanlah suatu yang mistis; tetapi dari gejala awal akan bisa menunjukkan gejala selanjutnya. Semakin halus perasaan seseorang, semakin peka pula ia merasakan gejala-gejala itu.

Selengkapnya kategori kelembutan immateri adalah:

Sifat kelembutan Tuhan terhadap hamba-hamba-Nya seperti seruan Tuhan pada isteri-isteri nabi, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan jangan kamu berhias dan bertingkah seperti orang Jahiliyah dulu dan dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan taati Tuhan dan RasulNya. Sesungguhnya Tuhan bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu, hai ahlul bait dan membersihkanmu sebersih-bersihnya.33) Dan ingat apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Tuhan dan hikmah. Sesungguhnya Allah Mahalembut lagi Maha Mengetahui.34)” (QS. 33:33-34);

Sifat lembut di dalam bersikap dan berperilaku, misalnya “Maka disebabkan rahmat Tuhan, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka jauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkan mereka, mohonkan ampun bagi mereka dan musyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…159)” (QS. 3:159),

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antaramu murtad dari agamanya, maka kelak Tuhan mendatangkan kaum yang Tuhan mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, mereka yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman, bersikap keras terhadap orang-orang yang ingkar,…54)” (QS. 5:54)

Sifat lembut dalam berdoa seperti, “Sesungguhnya Tuhanmu telah menciptakan langit-bumi dalam 6 masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia tutupkan malam pada siang yang mengikuti dengan cepat dan matahari, bulan dan bintang tunduk perintah-Nya. Ingat, menciptakan dan memerintahkan hanya hak Tuhan. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.54)
Berdoa pada Tuhanmu dengan rendah diri dan suara lembut. Sesungguhnya Tuhan tidak menyukai orang-orang lampaui batas.55) Dan jangan kamu buat kerusakan di muka bumi, sesudah (Tuhan) memperbaikinya dan berdoalah pada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Tuhan amat dekat pada orang-orang berbuat baik.56) (QS. 7:54-56)

Kelembutan hati yang mengacu pada sifat-sifat Nabi Ibrahim, yaitu, “…Sesungguhnya Ibrahim sangat lembut hatinya lagi penyantun.114) Dan Tuhan sekali-kali takkan menyesatkan suatu kaum setelah Tuhan memberi petunjuk mereka hingga dijelaskan-Nya pada mereka apa yang harus dijauhi. Sesungguhnya Tuhan Maha Mengetahui segala suatu.115)” (QS. 9:114-115)

Sikap lemah lembut malaikat ketika mencabut nyawa orang beriman dan bertaqwa sebenar-benarnya, seperti, “Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, 1) dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, 2)” (QS. 79:1-2)

Batas Halus Keuntungan Dunia dan Akhirat

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan siapa yang menghehendaki keuntungan dunia Kami beri kepadanya sebagian keuntungan dunia dan tiada baginya bagianpun di akhirat. 20)

Ulama sufi yang telah mencapai kebenaran illahi, ternyata jika ia ‘terpaksa’ mempunyai keinginan, maka ia pun menghendaki keuntungan akhirat. Karena sebenarnya ia mafhum kefanaan dunia (temporary life). Sehingga dengan kesementaraan hidupnya di dunia, ia lebih memilih kesederhanaan hidup, memperkaya hati / kalbu dan membersihkan jiwa yang akan menghalanginya dari Jalan Tuhan. Dengan sekedar apa adanya materi dunia yang melekat pada tubuh, ia sudah merasa bahagia hidup di dunia, apalagi di akhirat kelak. Ia telah merasa memiliki semuanya, dunia-akhirat karena ia senantiasa berusaha memiliki Tuhan yang Maha Memiliki.

Sementara itu, siapa yang menghendaki keuntungan dunia tanpa menengok hukum-hukum Tuhan (Sunnahtullah), maka pastilah ia takkan mampu meraih itu sepenuhnya, tetapi hanya sebagian kecil. Bahkan, jika ia terlena sedikit keuntungan di dunia, maka ia tidak akan memperoleh keuntungan di akhirat kelak, karena akan semakin menjauhkan antara ia dengan Tuhannya. Adapun batas keuntungan dunia dan keuntungan akhirat sangat tipis, sangat halus, sangat lembut yaitu setipis, sehalus dan selembut batas antara nafsu yang diridhoi dan nafsu yang dilaknati.

Dengan menghendaki kesejatian di akhirat, justru Tuhan akan menambah keuntungan itu baginya. Masalah berupa apa, bagaimana atau berapa tambahan keuntungan itu, ia tidak akan memperdulikannya karena perhatiannya hanya tertuju pada Tuhannya semata. Kebahagiaan baginya tidak diukur dari kuantitas maupun dimensi kehidupan dunia lainnya, apalagi untuk memperolehnya membutuhnya rekreasi yang sangat jauh dengan biaya finansial yang sangat mahal. Rekreasinya sangat sederhana… Ia hanya cukup menggelar sajadah di bawah pohon yang teduh, memutar tasbih sambil memandangi alam sekitar. Misalnya ada seekor induk ayam beserta keempat anaknya yang lucu-lucu, sedang mencari makan, baginya itu sudah merupakan hiburan yang mengasyikkan, karena dengan mengamati secara detail dan reliti akan induk ayam dan anak-anak ayam yang sedang mencari makan itu akan semakin mendekatkan antara ia dengan Tuhannya. ***

19.

Bersama-Mu

 

Tuhanku,

Aku di sini bersimpuh,…

Bersama terik matahari-Mu,

Bersama rindang pohon-Mu,

Bersama desir angin-Mu,

Bersama hijau rumput-Mu,

Bersama aroma bunga-bunga-Mu,

Bersama kesetiaan semut-semut-Mu,

Bersama tarian burung-burung-Mu,

Bersama anak ayam dan induknya yang mematuk rejeki-Mu,

Bersama-Mu…

 

Jakarta, 25.09.2001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: