Bacalah 21. Memurnikan Ibadat

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

Dia yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya

dan menurunkan rejeki dari langit.

Dan tiadalah dapat pelajaran

kecuali orang-orang yang kembali (pada Allah). 13)

 

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat pada-Nya,

meski orang-orang ingkar tidak menyukai(nya). 14)

 

(Dialah) yang Mahatinggi Derajat-Nya, yang mempunyai ‘Arsy,

yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya

kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya,

supaya dia memperingatkan tentang hari pertemuan, 15)

 

(yaitu) hari mereka keluar (dari kubur),

tiada suatupun dari keadaan mereka tersembunyi bagi Allah.

(Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini”

Kepunyaan Allah yang Mahaesa lagi Maha Mengalahkan. 16)

 

QS. 40. al-Mu’min (Orang yang Beriman) 13-16

 

 

MANUSIA memang tidak mengetahui apa-apa termasuk bagaimana cara beribadat yang benar. Dan tiadalah dapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali pada Tuhan. Sehingga disimpulkan bahwa kebenaran hakiki yang ada dalam Genggaman Tuhan takkan terbuka kecuali Tuhan sendiri yang membuka Genggaman-Nya dan diberikan sebagai kebenaran itu kepada mereka yang dikehendaki; termasuk kebenaran tentang peribadatan.

Makna Ibadat

Kamus Bahasa Indonesia yang mengacu Bahasa Arab, mengartikan ibadat adalah khidmat pada Tuhan, taat mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sedangkan khidmat berarti menghormati Tuhan. Dengan demikian, jika seseorang mengakui adanya Tuhan, harus meningkat pada tahap keyakinan adanya Tuhan, lalu ditindak-lanjuti pemahaman akan kekuasaan-Nya, penghormatan dan peribadatan kepada-Nya dan akhirnya meyakini akan kembali ke pangkuan Tuhan Illahi Rabbi.

Peribadatan bisa dikatakan proses panjang untuk kembali ke pangkuan Tuhan dengan ridho dan diridhoi Tuhan. Secara general peribadatan adalah bagian dari kebaktian, sedangkan kebaktian adalah bagian dari keislaman. Peribadatan semata meneguhkan hubungan vertikal kepada Allah. Kebaktian lebih melebar horisontal dengan memperhatikan orang lain dan lingkungan (untuk lebih detailnya cek Kajian 35: Hakikat Kebaktian). Keislaman adalah sistem universe yang melibatkan seluruh mahluk yang berserah diri pada Tuhan (untuk lebih detailnya cek Kajian 06: Makna Berserah Diri).

Peribadatan secara khusus misalnya syahadat dan sholat yang sifatnya sangat pribadi hanya ‘melihat’ Tuhan, tidak yang lain. Sedangkan Kebaktian misalnya puasa, zakat dan haji yang selain ‘melihat’ Tuhan melalui mata hati, konsentrasi dan khusyu dalam mengerjakannya, juga melihat manusia lain dengan mata kepala. Semua ibadatnya itu harus membawa berkah kepada orang lain dan lingkungannya. Jadi dirinya telah membawa nilai kemaslahatan dan kedamaian bagi orang lain dan lingkungannya.

Rukun Islam dan Rukun Iman yang telah menjadi doktrin umat Islam adalah bagian dari peribadatan. Untuk menghafalkannya, memahami ajaran serta membaca ayat-ayat-Nya relatif cukup mudah dilakukan. Tetapi untuk bisa merasakan kemurnian ibadat ternyata sangat sulit. Orang mengerjakan Rukun Islam kebanyakan sebatas gerakan dan untuk dirinya sendiri, sekedar mengugurkan kewajiban tetapi belum membawa berkah kepada orang lain dan lingkungannya. Begitu pula Rukun Iman sekedar beriman di mulut dan tidak merambah hikmah tidak terbatas di balik keimanan itu. Kajian ini berusaha menuntun perasaan untuk bisa menilai kemurnian peribadatan.

Kemurnian Ibadat

“Dia yang memperlihatkan padamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan turunkan rejeki dari langit. Dan tiadalah dapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). 13) Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat pada-Nya meskipun orang-orang ingkar tidak menyukai(nya). 14)

Pelajaran bagi orang-orang yang mau kembali hakikatnya nilai yang tidak bisa diukur secara metrik. “Kembali” artinya menghayati esensi tauhid, manusia sebagai mahluk mulia, dibekali sumber daya lahir-batin, kreatifitas jasmani-rohani, kecemerlangan otak-hati dan kemuliaan lainnya.

Dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, jika manusia telah menemukan hakikatnya kembali, ia sangat mafhum skenario Tuhan terhadap seluruh ciptaan-Nya yang ada di jagat raya termasuk pada sistem kehidupan umat manusia beserta alam lingkungannya. Orang-orang yang mau kembali dengan sendirinya akan mengikatkan diri pada Allah, Tuhan Maha Pencipta dengan memurnikan ibadat pada-Nya meskipun orang ingkar membencinya. Pengertian ibadat tidak hanya berarti kekhusyu’an semu ibadat ritual sholat, puasa maupun haji. Tetapi ibadat di sini lebih bermakna sebagai bagian dari kebaktian pada Tuhan secara total yang mengacu pada QS. 2:177.

Arti murni di sini pada dasarnya steril dari noda sedikit pun – kalau bisa dan diusahakan bisa. Noda merupakan implementasi dari wujud hijab-hijab berupa riya’, ketidak-ikhlasan atau keterpaksaan, hawa nafsu dan ambisi yang menghalangi manusia untuk mencapai pengenalan pada Tuhannya (ma’rifatullah).

Hijab berupa riya’ adalah peribadatan yang dilakukan bukan untuk Tuhan meskipun bisikan riya’ sedetik menghampiri hatinya. Halangan riya’ sifatnya memang sangat halus. Keinginan dilihat dan dipuji orang karena ke-khusyu’-an dan kefasihan membaca al-Qur’an bisa menjadikan hambatan untuk memurnikan ibadatnya.

Hijab ketidak-ikhlasan atau keterpaksaan misalnya berupa sifat malas yang menyelimuti dirinya. Sifat malas ibadat ini biasanya meliputi sholat subuh yang dilakukan ketika hendak bangun tidur sehingga konsentrasinya masih mengantuk. Meskipun agak lama, tetapi waktu lama itu percuma saja karena hanya diisi dengan malas dan mengantuk, tidak concern akan bacaan sholatnya apalagi melaksanakan dalam bentuk pemikiran dan perilaku.

Sementara sifat tidak-ikhlas atau keterpaksaan adalah ‘lazim’ terlihat pada orang-orang sibuk bekerja sehingga ciri khas ibadatnya atau sholatnya adalah, selain terlambat waktunya, sholatnya sangat cepat sehingga tidak memahami gerakan dan bacaaan sholatnya.

Hijab hawa nafsu atau ambisi biasanya melanda orang-orang yang tujuan ibadatnya tidak dikembalikan karena cinta pada Tuhan, tetapi untuk tujuan tertentu seperti ingin posisi, jabatan, kekayaan dan lain-lain. Ada lagi ibadat yang tidak dilandasi niat baik misalnya puasa dan amalan ayat-ayat tertentu yang disyaratkan untuk maksud tertentu pula, apalagi maksud jelek kepada seseorang. Maka yang berperan adalah iblis yang mengabulkan niat jelek pada seseorang. Mengapa Tuhan mengijinkan itu bisa terjadi? Tuhan lebih mengetahui tujuannya dibalik itu; baik bagi orang yang bermaksud jelek maupun orang lain yang menjadi sasarannya.

Hijab-hijab sangat menghalangi upaya memurnikan ibadat. Jika hijab kasar mudah mengetahuinya, maka hijab halus sangat sulit mendeteksinya. Untuk itu manusia harus melatih hatinya merasakan hal-hal lembut seperti bisikan hati. Salah satu upaya untuk melatih perasaan menjadi halus atau lembut adalah dengan puasa (shawm).

Seseorang yang menyembah Tuhan dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, hal itu akan membawa dampak kebencian bagi mereka yang ingkar kepada Tuhan, baik yang beragama Islam maupun yang beragama non-Islam yang kurang menghayati agamanya. Misalnya dari sisi ibadat sholat. Orang yang bisa merasakan nikmatnya sholat, ia cukup lama menikmati sholatnya, belum lagi dengan zikirnya.

Liqaa’illah

“(Dialah) yang Mahatinggi derajat-Nya, yang mempunyai ‘Arsy, yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan tentang hari pertemuan, 15)

Malaikat Jibril bukan berarti satu malaikat bernama Jibril. Tetapi ia mewakili sekian juta, milyar atau tak hingga ‘mahluk’ atau ‘energi’ hamba Tuhan yang ditugaskan menyampaikan wahyu. Perintah Tuhan melalui malaikat Jibril pada hamba-hamba-Nya agar mengingatkan “hari pertemuan” yaitu pertemuan ketika manusia pertama diciptakan dari Ruh Tuhan. Bisa pula berarti bertemunya benda-benda langit di suatu hari yaitu kiamat kubro. Sebelum terjadinya peristiwa mahadasyat tersebut, Kasih Sayang Tuhan mengingatkan manusia agar kembali kepada hakikatnya semula.

Tuhan yang Mahatinggi Derajat-Nya akan memberikan hikmah melalui Jibril kepada orang yang dikehendaki-Nya misalnya mereka yang khusyu’ sholatnya dan rajin berpuasa (sunnah) untuk meraih Ridho Tuhan. Dengan kemurnian dan kekhusyu’an ibadat, malaikat Jibril mengingatkan kepada hamba tadi akan adanya hari pertemuan.

“(yaitu) hari mereka keluar (dari kubur), tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini” Kepunyaan Allah yang Mahaesa lagi Maha Mengalahkan. 16)

Ayat ini menjelaskan dimensi lain pasca kematian jasad-fisik. Seluruh roh manusia beriring menuju Forum Tuhan yang mengadili seadil-adilnya. Tiada yang tersembunyi bahkan bisikan lembut hati. Tiada perbuatan sekecil pun yang tiada terbalas, karena hari itu adalah hari perhitungan sedetail-detail dan seadil-adilnya.

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang telah mendustakan pertemuan mereka dengan Allah (liqaa’illah); sehingga jika kiamat datang tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besar penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat!”, sambil mereka memikul dosa di atas punggungnya. Ingat, amat buruk apa yang mereka pikul itu. Dan tiadalah kehidupan dunia selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat lebih baik bagi orang bertaqwa. Tidakkah kamu memahami!” (QS. 6:31-32)

Ketika hari pertemuan setelah kiamat, sudah tiada lagi waktu membenahi diri. Tetapi pertemuan dengan Tuhan atau liqaa’illah
pada saat hidup di dunia masih bisa diharapkan meraih Ridho-Nya. Upaya pemurnian demi pemurnian ibadat, Tuhan akan mengoreksi nilai ibadatnya itu melalui pertanda-pertanda yang halus. ***

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: