Bacalah 18. Kalimat Tuhan

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

Kepunyaan Allah yang ada di langit dan di bumi.

Sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya lagi Maha Terpuji. 26)

 

Dan andai pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta),

ditambahkan padanya 7 laut (lagi) sesudahnya,

niscaya takkan habis (dituliskan) kalimat Allah.

Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. 27)

 

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkanmu (dari kubur)

selain hanya seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa.

Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 28)

 

QS. 31. Luqman 26-28

 

 

SEBELUM menjelaskan sebuah soal, Tuhan selalu memperkenalkan Diri-Nya dengan Kebesaran, Kepemilikan dan Kekuasaan-Nya agar manusia ingat bahwa yang berhak menyatakan itu hanyalah Allah, Tuhan Sang Maha Pencipta. Kekuasaan-Nya menurut ayat ini tidak terbatas jika pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan padanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya takkan habis dituliskan kalimat-kalimat Tuhan. Sekali lagi membicarakan soal ketidak-terbatasan (unlimited).

“Kepunyaan Allah yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya lagi Maha Terpuji. 26) dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya 7 laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. 27)

Karena seluruh pohon-pohon dan laut yang ada dan tiada (yaitu yang sudah punah, sudah termanfaatkan manusia, belum tampak, belum tumbuh, belum tercipta dan lain-lain) semua adalah kalimat Tuhan yang tak terbatas. Tidak cukup materi dan waktu, apalagi tenaga dan pikiran manusia untuk menuliskan, menggambarkan atau melukiskan dan menjelaskan keberadaan pepohonan dan laut itu sendiri

Salah satu contoh kasus, misalnya:

Ada berapa ribu macam spesies batang pohon di bumi? Lalu berapa juta jumlah pada masing-masing spesies? Satu spesies saja untuk berapa ribu manfaat bagi kehidupan manusia? Ada berapa macam unsur organik yang memfungsikan akar, batang, dahan dan daun-daun? Dan seterusnya berbagai analisa yang muncul dalam pemikiran manusia. Maka takkan pernah selesai umur manusia, meskipun ia adalah ahlinya, untuk menjelaskan keseluruhan ilmu tumbuhan itu. Di samping jenis yang ada sekarang belum dan tidak pernah terjangkau ilmu manusia, sementara evolusi pada tumbuh-tumbuhan masih sedang dan terus berlangsung sepanjang waktu yang ada. Belum lagi ilmu tentang laut (oceanologi) sebagai bagian dari ilmu geologi.

Telah sedikit terbayangkan gambaran betapa tidak terhingganya Ilmu Tuhan atau Kalimat Tuhan tentang beragam ciptaan-Nya yang tak terhingga. Semuanya itu merupakan anugerah Tuhan dan kenikmatan bagi manusia.

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?”

“Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (yaitu dari dalam kubur) selain hanya seperti (menciptakan dan mem-bangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 28)

Proses pengadaan dan.atau peniadaan bagi Tuhan sebetulnya sama saja, hanya melalui proses kebalikan, dan berfirman kepada obyek yang hendak diadakan dan/atau ditiadakan, yaitu “innama ‘amruhu idzaa ‘aradasyai’an, ‘an yaquula lahu kun fayakuun”.

Setelah menggambarkan ketidakterbatasan Kekuasaan Tuhan melalui perumpamaan pepohonan dan laut di atas, ayat berikutnya menjelaskan Kekuasaan Tuhan menciptakan dan membangkitkan manusia dari kuburnya. Hal ini lebih ditujukan pada mereka yang tidak percaya hari kebangkitan. Dengan fenomena pepohonan dan laut di depan mata, pasti penciptaan itu oleh The Great Creator, Dia-lah Allah, Tuhan Semesta Alam. Menciptakan ‘ruh’ alam semesta bagi Tuhan tidak sulit, apalagi menghidup-matikan orang (jiwa)?

Ayat ini bermanfaat bagi mereka yang suka merenungi akan hakikat diri dan Tuhannya melalui pengamatan alam lingkungan di sekitarnya, terutama pemandangan di laut yang bergelora dan di pegunungan yang kaya beribu pohon dan bunga yang indah dipandang mata. Tujuan refreshing itu tidak sekedar melepaskan kepenatan setelah enam hari seminggu bekerja mencari penghidupan dunia. Tetapi dengan menikmati dan menghayati pemandangan alam berupa pepohonan dan laut, maka diharapkan ia akan dzikir ayat ini dan membenamkan di dalam hati nuraninya, bahwa: “Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana; Maha Mendengar lagi Maha Melihat”

Katakan: “Kalau lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan sebelum habis (ditulis) kalimat Tuhanku, meski Kami datangkan tambahan sebanyak itu.” (QS. 18:109)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: