Bacalah 05. Tiada yg Tersembunyi

(Dari Draft Buku: “Bacalah… Dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”)

Alif laam miim. 1)

 

Allah, tiada Ilah selain Dia.

Yang hidup kekal, lagi terus mengurus makhluk-Nya. 2)

 

Dia turunkan Al-Kitab (al-Qur’an) pada-mu dengan sebenar-benarnya;

membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya

dan turunkan Taurat dan Injil. 3)

 

sebelum (al-Qur’an) jadi petunjuk manusia

dan Dia turunkan Al-Furqan.

Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Allah

akan peroleh siksa berat dan Allah Mahaperkasa lagi punya balasan. 4)

 

Sesungguhnya bagi Allah,

tidak satupun tersembunyi di bumi dan langit. 5)

 

Dia yang membentukmu di dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.

Tiada Ilah selain Dia, yang Mahaperkasa lagi Mahabijak. 6)

 

QS. 3. Ali-‘Imran 1-6

 

 

PADA QS. 3. Ali-‘Imran (Keluarga ‘Imran) 1-5, isinya hampir sama dengan surat-surat sebelumnya pada buku ini yaitu bagi Tuhan tiada satupun yang tersembunyi, baik di langit dan di bumi. Tuhan Mahatahu atas segala sesuatu apa yang terjadi di langit dan di bumi karena Lauh Mahfuzh ada dalam genggaman-Nya, dijaga ketat oleh malaikat yang senantiasa setia melaporkan pekerjaannya secara teliti, tunduk dan patuh pada Tuhan.

Tidak Satupun Tersembunyi

Hal-hal yang tiada tersembunyi bagi Tuhan bisa dibagi menjadi dua, yaitu: (1) yang bersifat umum, dan (2) yang bersifat khusus.

Secara umum, tiada tersembunyi bagi Tuhan biasanya harfiah berupa fisik-materi, menempati ruang dan bergantung waktu. Sesungguhnya bagi Allah tidak satu pun yang tersembunyi di bumi dan langit, dan di antaranya”. Secara harfiah, apa pun yang tersembunyi itu bersifat materi yaitu benda mati atau mahluk sekecil apapun tiada tersembunyi bagi-Nya.

Secara khusus, apa yang tiada tersembunyi berupa immateri, misalnya: (1) Perbedaan halus antara hak dan bathil (QS. 2:42), (2) Membelanjakan rejeki di jalan Tuhan secara terang-terangan atau sembunyi (QS. 2:173-274), (3) Dosa-dosa yang tampak atau tersembunyi (QS. 6:120-121), Perbuatan yang keji (QS. 2:151, QS. 7:33), (4) Apa yang tersembunyi di dalam hati orang-orang yang munafik (QS. 9:64), isi hati semua hamba-Nya (QS. 2:33, QS. 35:38), pandangan khianat (QS. 40:19), orang-orang yang mengingkari ayat Tuhan (QS. 41:40), (5) Tentang hari kiamat (QS. 16:77, QS. 34:3), saat hari pertemuan dan manusia keluar dari kuburnya (QS. 40:15), ketika manusia dihadapkan pada Tuhan pada hari kiamat (QS. 69:18), (6) Kisah dari al-Kahfi, yakni 5 orang dan seekor anjing yang tertidur di gua selama 300 tahun ditambah 9 tahun (QS. 18:25), (7) Soal pengerasan suara, berdoa dan lain-lain (QS. 20:7), (8) Dan lain-lain.

Jika digabung antara yang umum dan khusus, serta diklasifikasikan urutannya, menjadi sebagai berikut: (1) Seluruh isi langit dan bumi, materi maupun immateri, (2) Peristiwa makro dan mikro di luar manusia, termasuk binatang dan tumbuhan, (3) Kejadian yang dialami manusia, lahir maupun batin, (4) Hubungan di antara sesama manusia, dan manusia dengan alam, (5) Kejadian di dalam diri manusia, (6) Soal rejeki, asal dan ke mana dibelanjakan, (7) Soal bisikan hati, lisan, pandangan dan perbuatan anggota tubuh lainnya, (8) Soal yang ada di dalam rahim ibu, (9) Dan lain-lain.

Dosa yang Tersembunyi

Ada satu bahasan khusus tentang hal-hal tersembunyi bagi manusia tetapi tidak bagi Tuhan, yaitu tentang dosa. Jika Kajian 2: Dekatnya Tuhan dibahas soal doa yang benar (QS. 13:14) dan sabar yang baik (QS. 70:5), maka pada kajian ini akan dibahas keberadaan dosa yang tersembunyi.

Hal-hal bersifat sangat halus, terutama bersifat immateri, memerlukan kepekaan batin untuk bisa meraba dan merasakan kebenaran-kesalahannya serta kebaikan-kejelekannya secara hakiki. Apakah ia telah melakukan doa yang benar, sabar yang baik dan meninggalkan dosa yang tersembunyi?

Melatih kepekaan batin, selain ibadat rutin sholat dan zikir, biasanya disertai puasa. Dengan lapar-dahaga, puasa indera dan hati, sholat dan zikir semakin terasa dan kepekaan batin perlahan-lahan akan terbangkitkan.

Firman Tuhan pada QS. 6. al-An’aam (Binatang Ternak) 120,

“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan dosa yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, akan diberi pembalasan, disebabkan yang mereka telah kerjakan.120)

Pada kasus di atas mengenai hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Tuhan. Bagi ahli ibadat yang khusyu’ nilai ibadatnya atau ulama sufi yang memperhatikan apa yang dimakannya, masalah itu menjadi penting. Baginya, segala suatu harus jelas hukumnya, termasuk makanan. Hewan yang telah menjadi makanan matang dan belum diketahui cara perolehan dan penyembelihan, baginya mempunyai hukum ragu-ragu dan ditinggalkannya atau tidak menyentuhnya; karena ada kemungkinan seperti cara perolehan dengan mencuri atau diperoleh dengan cara tidak halal lainnya, matinya tidak disembelih secara wajar dan tidak disebut nama Tuhan dan lain-lain.

Ayat di atas memberikan salah satu contoh dosa tersembunyi berkaitan dengan hewan disembelih tanpa menyebut nama Tuhan. Masih banyak dosa tersembunyi lainnya yang hanya diketahui Tuhan dan orang-orang tertentu yang khusyu’ ibadahnya sufi yang terpelihara pikiran, lisan dan perbuatan.

“Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji yang tampak atau yang tersembunyi dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan benar, persekutukan Tuhan dengan suatu yang Tuhan tak turunkan hujjah untuk itu dan mengada-adakan terhadap Tuhan yang tidak kamu tahu 33)“. (QS. 7:33)

Yang Tersembunyi dalam Rahim

Kajian ini lebih ditekankan pada QS. 3:6, yaitu:

“Dia membentukmu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya”

Makna “membentukmu di dalam rahim” bisa diartikan yaitu pertama bersifat fisik-jasmani dan kedua bersifat mental-ruhani. Secara fisik-jasmani, dunia kedokteran membuktikan ketakjubannya mengamati proses ovulasi dan perkembangan janin hingga menjadi bayi matang sempurna. Tetapi secara mental-ruhani, “membentukmu di dalam rahim” bisa diartikan proses masuknya ruh dan bersenyawa dengan jasad fisik calon bayi.

Perkembangan mentalitas bayi sangat dipengaruhi mentalitas dan kepribadian ibunya. Perkembangan secara mental-ruhani ini sulit dideteksi ilmu kedokteran. Mereka hanya bisa mendeteksi gejala fisik, bukan mental itu sendiri. Apalagi prosesi metafisik persenyawaan ruh ke dalam jasad janin yang amat sedikit pembahasannya, karena keterbatasan maknawinya dan dangkalnya uraian kata-kata untuk menjelaskannya. Sacara medis, yang mengontrol kesehatan fisik-jasmani bayi, perkembangan calon bayi sebagian ada yang cacat seperti disebutkan Tuhan pada surat atau ayat lain.

“Tuhan mengetahui yang dikandung perempuan dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (QS. 13:8)

Ketidak-sempurnaan bisa berupa ukuran waktu kandungan yang tidak tepat 9 bulan 10 hari maupun ketidak-sempurnaan ukuran berat di bawah atau di atas berat badan ideal bayi. Ketidak-sempurnaan juga berupa cacat mental atau penyakit dari fungsi organ tubuhnya, hingga kematian bayi sebelum kelahirannya.

Semua itu bukan bukti ketidak-sempurnaan atau ketidak-adilan Tuhan. Justru di sana terdapat banyak hikmah untuk menyempurnakan pemahaman manusia akan ciptaan Tuhan, terutama kaitannya dengan ilmu kedokteran. Pada saat kehamilan. orang tua si jabang bayi, baik calon ayah apalagi ibu, harus banyak berdoa, berpikiran dan berperilaku positif, ibadat ditingkatkan, segala doa diharapkan agar membentuk bayinya yang sehat lahir dan batin, dimudahkan rejeki dan hidupnya, hingga doa agar ibu dan bayi selamat. Ada ikatan batin yang sangat erat antara calon ibu dengan calon bayi yang sedang dikandungnya. Kepercayaan ini harus didalami melalui agama, tidak cukup hanya secara medis dan psikologis.

Tetapi jika kelak semua usaha lahir dan batin tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, harus dikembalikan kepada Tuhan Sang Maha Memiliki, Mahahidup, Menghidupkan, Membentuk dan Mematikan. Dengan demikian, kemantapan iman seseorang akan diuji dengan berbagai hal yang bersifat baik maupun buruk menurut ukuran manusia pada lazimnya. Jika semua kejadian yang dialami manusia yang diyakini mengandung hikmah dan dikembalikan ke Tuhan, manusia pasti akan paham pada saatnya nanti.

Sikap terhadap Kemahatahuan Tuhan

Menyadari bahwa Tuhan Maha Mengetahui atas segala sesuatu, dengan Sifat Kasih-Sayangnya, maka Dia memberikan sepercik Kemahatahuan-Nya kepada mahluknya terutama manusia yang dilengkapi nalar. Tetapi manusia lupa bahwa pengetahuan dan kemampuannya sangat kecil dibandingkan dari Sang Maha Pemberi Pengetahuan dan Kemampuan. Secuil karya teknologi yang dihasilkannya, banyak manusia mengagungkannya. Bahkan mereka tidak mengetahui atau tidak menyadari bahwa kemajuan teknologi yang dikatakan membangun itu ternyata merusak alam lingkungan, ekosistem dan peradaban secara keseluruhan. Misalnya dampak dari penebangan hutan, limbah nuklir, polusi udara, lubangnya lapisan azon di belahan selatan bumi, meningkatnya suhu bumi, mencairkan es di kutub bumi berakibat naiknya permukaan laut, dan lain-lain ancaman dampak teknologi yang mengerikan.

Dengan mengeliminir sikap sombong dan angkuh, bukan pula berarti mengedepankan sikap pasrah yang tanpa usaha. Terus menerus berusaha mengoptimalkan kemampuan, berikhtiar, berdoa, berusaha, memperbaiki diri akan memberdayakan segala kemampuannya sebagai manusia. Jika terbentur suatu hal di luar jangkauan dan kemampuannya, maka hal itu milik Tuhan dan harus kembali ke Sang Maha Memiliki. Itulah sikap pasrah yang benar, menyerahkan sepenuhnya hasil usahanya, hasil karyanya berikut dirinya kepada Tuhan.

Sikap ‘aslama atau berserah diri kepada Tuhan seperti salah satu contoh sikap di atas adalah menyerahkan sepenuhnya takdir dan kehendak Tuhan. Tujuan diciptakannya manusia dan jin tidak lain hanyalah untuk beribadat, tidak mencampuri Kehendak Tuhan. Walaupun sifat-sifat ketuhanan dimiliki oleh manusia seperti berkreasi, mempunyai kekuasaan tertentu dan lain-lain, tetapi dengan sifat-sifat itu tidak harus membuatnya menjadi sombong tetapi justru untuk mengenal Tuhannya. Bedanya, sifat-sifat ketuhanan manusia sangat terbatas, dan sifat-sifat ketuhanan Tuhan sangat tidak terbatas.

Sikap yang arif dan bijaksana terhadap Kemahatahuan Tuhan seperti ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan doanya;

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan yang kami lahirkan dan tiada suatu pun tersembunyi bagi Allah, baik yang di bumi maupun di langit.38) Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar doa.39) Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, Ya Tuhan kami, perkenankan do’aku.40) Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)41)” (QS. 14:38-41). ***

 

Puisi 5.

Percuma (?)

 

Matahari terbit di timur

Lalu tenggelam di barat

Begitu terus berlalu

Dari waktu ke waktu

 

Siang bekerja hingga lembur

Malam pulang pikiran penat

Begitu terus berlalu

Dari waktu ke waktu

 

Perut lapar diisi bubur, sayur atau semur

Lalu masuk toilet, nongkrong buang hajat

Begitu terus berlalu

Dari waktu ke waktu

 

Membangun peradaban menjadi termasyur

Lalu tidak sadar yang lainnya pada sekarat

Begitu terus berlalu

Dari waktu ke waktu

 

Manusia pun lahir dan berumur

Lalu tak terasa tak sadar masuk lubang kubur jadi mayat

Begitu terus berlalu

Dari waktu ke waktu

 

Bandung, 09.03.2004

(Selasa, 17 Muharram 1425 H, 10.53 WIB, hari ke-17)

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: