2007-10 Mnjmn Dtbs PU 03 Peta Digital

Karya Tulis ini untuk Lomba Hasil Penelitian Litbang Dept. PU

(masih kerangka konsep, belum ada pilot project yang real)

 

Membangun SATU Sistem Manajemen Database ke-PU-an

 

Oleh:

 

Didik Hardiono

NIP: 26902019

 

Tahun 2003

 

 

 

 

 

Setelah membenahi sistem kearsipan yang rapi dan menjamin ketersediaan data secara cepat, tepat dan akurat; maka selanjutnya adalah bagaimana menjembatani database ke-PU-an yang bersifat kewilayahan melalui peta kerja. Kebutuhan “peta digital” yang mendukung SATU Sistem Manajemen Database ke-PU-an sudah menjadi keharusan dalam Penerapan Iptek Bidang Infrastruktur Pekerjaan Umum dalam Menunjang Pembangunan yang Berkelanjutan. Untuk itu memang perlu upaya pemberdayaan SDM Pusat-Daerah.

Kondisi “peta masalah” yang ada selama ini sangat bervariasi. Ada yang manual, ada yang menggunakan software tetapi tidak untuk mapping seperti Excel dan Coreldraw, hingga ada yang menggunakan Autocad dan Mapinfo tetapi belum terprogram. PETA – sebagai “kertas kerja” – dibutuhkan mulai perencanaan, pengawasan dan pengendalian konstruksi yang terkait kewilayahan. Pada saat ini, peta seharusnya sudah berbasis digital sesuai dengan koordinat bumi dan terprogram sehingga bisa disebut peta digital.

PETA DIGITAL dibuat dengan mendigit GPS ketika survey ruas jalan. Pembelian alat GPS dilengkapi software Mapsource dan ditransformasikan ke Mapinfo. Di dalam software Mapinfo dilengkapi bahasa program Mapbasic, sehingga Peta Digital yang dibuat dengan Mapinfo bisa dikembangkan menjadi “alat kontrol” yang hyperlink dengan database lainnya. Lokasi studi penelitian ini telah dilakukan di Kalimantan Timur (2006).

Penggunaan GPS relatif mudah dilakukan seorang engineer – dalam hal ini setingkat asisten rencana-program – sehingga cara survey cukup dengan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan meng-klik tiap jarak 200 meter untuk ruas luar kota dan 100 meter untuk ruas dalam kota – atau kerapatan yang lebih detail sesuai kebutuhan. Hasil titik-titik digitasi GPS yang membentuk akurasi ruas jalan akan sangat bermanfaat menentukan posisi bujur (x), lintang (y) maupun altitude atau ketinggian (z) dari jembatan, longsor, titik-titik rawan serta menentukan km awal-akhir, panjang efektif maupun fungsional untuk suatu pekerjaan ruas jalan sehingga titik Km/Sta 0+000 tidak mutlak diperlukan. Titik-titik digitasi GPS juga bisa digunakan untuk mem-plot infrastruktur ke-PU-an lainnya.

Semua satker di lingkungan Departemen PU – terutama yang sering bergantung pada peta rupa bumi – jika menerapkan Peta Digital ini, maka kolaburasi GPS dengan software Mapinfo akan menghasilkan seperti pazzle peta-peta kabupaten, kota dan provinsi. Jika digabungkan akan match menjadi Peta Nasional Infrastruktur ke-PU-an yang detail posisi lintang, bujur dan ketinggian. Dengan tampilan dan akurasi sempurna, sudah waktunya Departemen PU menyusun peta dasar
(peta digital) sebagai peta kerja berbasis IT.

Peta Digital dan pengembangan sistem manajemen database – sebagai bagian dari SATU Sistem Manajemen Database ke-PU-an – diharapkan segera memicu dan memacu proses percepatan pembangunan nasional pada umumnya mulai dari Pusat hingga Daerah.

Penggunaan GPS

Bagi yang belum menguasai penggunaan alat GPS, maka di dalam sub-bab ini akan menjelaskannya secara bertahap. Contoh penggunaan GPS yang dipakai di dalam studi ini adalah merk Garmin type GPSMAP 76CSx. Penjelasan pemakaian dengan penggunaan tombol-tombol GPS adalah sebagai berikut:

  • Tombol ROCKER: untuk memilih pilihan menu atau menggeser peta atau posisi waypoint pada layar map;
  • Tombol QUIT: untuk keluar dari pilihan menu atau kembali ke menu sebelumnya;
  • Tombol POWER: untuk menghidupkan atau mematikan GPS (tekan selama 2 detik). Tekanan kurang dari 2 detik bisa untuk mengatur backlight atau cahaya latar;
  • Tombol FIND: untuk mencari Waypoint, Route atau Track;
  • Tombol IN: untuk memperbesar tampilan peta (zoom in), atau pindah pilihan menu;
  • Tombol OUT: untuk memperkecil tampilan peta (zoom out), atau pindah pilihan menu;
  • Tombol PAGE: untuk pindah dari layar atau windows ke layar atau windows lainnya;
  • Tombol MENU: untuk masuk ke menu utama atau submenu;
  • Tombol ENTER: untuk merekam waypoint atau memilih menu yang diinginkan.

Mengaktifkan GPS

  • Untuk mengaktifkan alat GPS, tekan tombol POWER selama 2 detik sampai muncul Acquiring Satellites. Tunggu beberapa saat ± 3 menit sampai muncul angka koordinat;
  • GPS bisa digunakan untuk penunjuk arah, pemandu rute atau merekam koordinat bumi;
  • Untuk mematikan, tekan lagi tombol POWER selama 2 detik;
  • Tombol POWER bisa digunakan untuk mengatur cahaya latar, dengan cara menekan dengan cepat (kurang dari 2 detik).

Menyimpan Posisi Koordinat

  • Untuk menyimpan posisi koordinat tekan tombol ENTER selama 2 detik akan muncul layar Mark Waypoint, lalu pilih OK atau tekan lagi ENTER, sehingga layar Mark Waypoint hilang dan kembali ke layar sebelumnya dan koordinat telah tersimpan.
  • Bila tidak diganti nama waypoint berupa angka dengan 3 (tiga) karakter dan terus bertambah 1 (satu) tiap kali disimpan (mulai 001 – 999).

Memindah Data GPS ke Komputer (Software MapSource Waypoint Manager)

  • Untuk memindahkan data dari GPS ke Komputer, software MapSource dioperasikan (CD software sudah termasuk pada pembelian GPS Map 76 CSx), aktifkan GPS lalu tancapkan kedua ujung kabel USB pada Komputer dan GPS.
  • Pilih menu Transfer lalu Receive From Device…

maka akan tampil pilihan sbb:

  • Kemudian pilih Device Garmin GPS MAP 76 CSx
  • Tandai dengan Ö pada pilihan Waypoints kemudian tekan tombol Receive maka pada layar map waypoint ditandai dengan simbol bendera atau simbol sesuai setting di GPS.
  • Tampak pada layar sebelah kiri yaitu rekaman data yang telah di-digit sewaktu survey di lapangan diambil setiap 200 m, yang dilakukan dalam mobil survey yang melaju dengan kecepatan sedang. Panjang-pendek segmen / section tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan. Contoh pengecekan dengan GPS ini diambil pada ruas jalan Samarinda-Balikpapan.
  • Pada Gambar 26 layar sebelah kanan adalah peta dunia. Kondisi peta di luar Jawa sebagian besar masih dibuat pada tahun 1960-an dan belum di-up-grade, sehingga akurasi peta kurang tepat seperti terlihat pada Gambar 27. Sedangkan peta di wilayah Pulau Jawa, misalnya untuk wilayah di Jakarta atau jalur Pantura yang sudah dicek dengan GPS dan sudah tepat dengan tingkat kesalahan ± 5 m.
  • Untuk memperbesar lokasi survey, pilih menu Zoom, lalu perbesar lokasi yang dikehendaki, seperti pada Gambar 27 di atas. Pada layar sebelah kiri terdapat kolom Name, Symbol, Comment, Position, Altitude dan seterusnya. Jika data mentah ini akan langsung di-save di MapSource di folder D:\GPS06\ maka ekstensinya adalah *.gdb sebagai file 1. Untuk memasukan data koordinat ke MapInfo, sebelumnya file data tersebut di-save as lagi dengan file yang berekstensi *.txt sebagai file 2. Secara terperinci, langkah-langkah penyimpanan file adalah sebagai berikut:
  • Setelah data survey dibuka di MapSource, simpan file terlebih dahulu dengan format text dengan cara pilih menu File kemudian pilih Save As…
  • Lalu pilih Save as type sebagai Text (Tab delimited) seperti ditandai lingkaran merah di bawah ini, kemudian diberi nama sesuai isi datanya. Pemberian nama hendaknya dinamakan dengan nama jalan disurvey untuk memudahkan mencari atau mendatanya.
  • Jika file *.txt dibuka kembali, tampak tayangan seperti pada Gambar 30 di bawah.
  • Pada tahap berikutnya, mengolah data *.txt dapat dilakukan dengan Microsoft Excel.

Memindahkan Data Koordinat

  • Persiapan yang harus dilakukan adalah buka file text (*.txt) hasil penyimpanan program MapSource dengan Microsoft Excel.
    • Hapus tiga baris teratas (baris 1-3) dan baris kosong (baris 5) sehingga menjadi seperti tampak pada Gambar 32.
    • Antara kolom D (Type) dan kolom E (Position) disisipkan dua kolom Lintang dan Bujur berupa data numeric dari derajat menit menjadi derajat. Rumus bisa berbeda seperti Lintang (Selatan) yang berada di bawah katulistiwa harus diberi tanda menjadi minus (-). Untuk Bujur tidak ada perubahan tanda (+/-) karena nilainya 0-360 derajat.
    • Sebagai catatan, ada baiknya untuk back-up data, file *.txt disimpan pada file *.xls sebagai file 3.
    • Setelah disisipkan dua kolom untuk mendapatkan Lintang (Y) dan Bujur (X), dan merubah rumus kolom Position dari data text menjadi data numeric, maka tampilan monitor seperti Gambar 33 untuk Lintang (Y) dan Gambar 34 untuk Bujur (X).
    • Setelah selesai proses editing dengan Microsoft Excel, maka data-data harus disimpan (save) sebagai file *.dbf sebagai file 4 (dBASE IV). Setelah proses ini file langsung ditutup (close) karena akan dibuka dengan program MapInfo.

Menampilkan Data Koordinat

  • Persiapan yang dilakukan adalah membuka program MapInfo, kemudian pilih menu File
    dan pilih Open…
  • Kemudian pilih file type database.
  • Kemudian tampil tayangan seperti ditunjukkan Gambar 38.
  • Pilih OK, lalu akan tampil tayangan seperti pada Gambar 39.
  • Kemudian pilih menu Table lalu pilih Create Points…
  • Untuk mengubah symbol seperti pada Gambar 40 di atas, maka ukurannya agar tidak terlalu besar agar terlihat proporsional. Skala symbol yang diambil di sini sebaiknya 3. Untuk symbol jembatan, digunakan symbol Mapinfo Cartographic dengan skala symbol 12 seperti terlihat pada gambar di bawah.
  • Setelah itu pilih menu Window dan New map windows… akan tampil peta jalan dan jembatan dari waypoint yang direkam pada GPS (Gambar 45-46).

Contoh waypoints pada Gambar 42 yaitu rute awal Lebak Bulus (Pasar Jum’at), Pondok Indah, Radio Dalam dan tujuan akhir Departemen PU. Rute ini diulang dan hasil digitasi berhimpit, seperti pernah dicoba pada ruas Jalan Samarinda-Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur (Gambar 21).

Dari hasil analisa Mapinfo akan menghasilkan tiga buah file, yaitu *.ID, *.MAP dan *.TAB. Total file yang menghasilkan tampilan peta mulai dari GPS hingga Mapinfo adalah tujuh buah file. Antara peta mapinfo dengan peta GPS sangat presisi terlihat pada sepanjang ruas jalan Metro Pondok Indah seperti tampak pada gambar di atas. Semua file tersebut dapat dilihat seperti pada Gambar 43 berikut di bawah:

Sebagai back-up adalah file Microsoft Excel untuk melengkapi data lebih detail, memberi catatan khusus pada titik-titik survey dan lain-lain. Semua file Microsoft Excel sebagai bagian dari rangkaian editing Peta Digital – mulai dari MapSource hingga Mapinfo – yang nantinya bisa di-print sebagai hardcopies.

Hyperlink Peta Digital dengan Database Lain

Peta Digital atau Peta Induk dipakai sebagai Peta Dasar atau Peta Standar pekerjaan Konstruksi maupun Konsultansi harus mempunyai standar yang sama yaitu dibuat dengan menggunakan software mapping Mapinfo, bahasa program Mapbasic dan hyperlink dengan database lainnya. Beberapa hyperlink yang disediakan Peta Digital sebagai Peta Dasar seperti tampak pada Gambar 44 di bawah, yaitu:

Foto 1: berisi foto-foto kondisi ruas jalan pada saat survey infrastruktur ke-PU-an – dalam hal ini jaringan jalan-jembatan, atau menggambarkan kondisi eksisting apa adanya;

Foto 2: berisi tentang foto-foto kegiatan konstruksi fisik di lapangan seperti cara-cara pembersihan, penghamparan, penggilasan, keadaan direksi keet, kondisi peralatan yang dimiliki oleh Kontraktor seperti AMP, alat-alat berat, dump truck dan lain-lain;

Video: yang menggambarkan kegiatan-kegiatan konstruksi seperti sealing, patching, overlay, penghamparan, pekerjaan saluran dan lain-lain. Dengan adanya dokumentasi film, pengawasan terhadap mutu konstruksi pekerjaan Kontraktor akan semakin ketat sehingga diharapkan menghasilkan kualitas pembangunan dan pemeliharaan konstruksi jalan dan jembatan yang semakin baik;

Cad Design: berisi shop drawing maupun detail engineering design yang biasanya digambar dengan software Autocad;

Leger: berisi informasi jalan dan jembatan selengkapnya, terkait dengan kondisi alam maupun bangunan utilitas yang ada sekitarnya serta geometrik jalan dan jembatan;

Kondisi: merupakan hasil perhitungan kerusakan permukaan perkerasan jalan pada setiap segmen/section (250 meter). Selain analisa matematis, besarnya kerusakan juga ditunjukkan dalam bentuk grafik batang per segmen/section;

Kontrak: jika diperlukan, kelengkapan arsip, data-data atau dokumentasi meliputi kegiatan mulai proses lelang hingga kontrak. Hal ini untuk mempermudah mencari data-data yang menyangkut lelang hingga kontrak. Proses ini tidak sulit karena berupa softcopies dan disimpan pada folder lelang atau folder kontrak;

Progress: merupakan hasil yang dicapai pada setiap tahap pekerjaan yang pada umumnya disajikan dalam bentuk S-Curve. Progress ini bisa menampilkan pula foto-foto atau film terhadap kemajuan pekerjaan fisik jika dikehendaki;

Data Fisik: adalah rekaman fisik konstruksi mulai Km Awal-Akhir dari fungsional maupun efektif ruas jalan, data material, hasil laboratorium, peralatan kontraktor, barang inventaris dan lain-lain;

Kontraktor: memuat data organisasi kontraktor, hingga data curriculum vitae (CV), scoring dan/atau rekaman sertifikasi profesi personil yang mampu menggambarkan kapabilitas kemampuan perorangan dari perusahaan kontraktor yang bersangkutan;

Konsultan: memuat data organisasi konsultan hingga data curriculum vitae (CV), scoring dan/atau rekaman sertifikasi profesi personil yang mampu menggambarkan kapabilitas kemampuan perorangan dari perusahaan konsultan yang bersangkutan;

Untuk melihat kondisi suatu ruas jalan, dengan 1-klik pada ruas jalan yang dimaksud akan menampilkan box menu seperti yang terlihat pada Gambar 44. Pengaturan box penyimpanan database ini tergantung kebutuhan tetapi bisa distandarisasi secara nasional agar bisa dipahami oleh semua pihak.

Melalui sosialisasi dan pelatihan selama sekitar seminggu, maka diharapkan program ini bisa segera dipahami pejabat inti satker – terutama asisten rencana dan program bersama programmer / operator komputer – yang kemudian dikembangkan di wilayahnya masing-masing. Proses pelatihan atau pengaderan juga harus dilakukan secara simultan agar program ini bisa dimanfaatkan dan dikembangkan seterusnya di masa depan.

Peta Jembatan

Ada satu hal terkait dengan peta digital yang selama ini mungkin belum familiar yaitu Peta Jembatan. Dari hasil survey GPS khususnya lokasi-lokasi jembatan, jika dipadukan dengan digitasi ruas jalan, akan menghasilkan peta jembatan seperti terlihat pada gambar berikut.

Dengan meng-klik salah satu jembatan, maka segala informasi akan bisa segera diketahui seperti terlihat menu pada Gambar 44.

Peta “Real” Jaringan Jalan

Hal baru yang juga disampaikan di dalam studi ini adalah dilengkapinya Peta Digital suatu ruas jalan dengan kondisi elevasi seperti terlihat pada Gambar 47.

Ada lagi hal baru yang disampaikan studi ini yaitu kondisi real peta jaringan jalan yang menunjukkan lajur. Manfaatnya terlihat jika pengembangan peta digital menjadi peta prioritas seperti dijelaskan pada bab berikutnya.

Manfaat Peta Digital

Secara tabulasi, manfaat Peta Digital adalah sebagai berikut:

Sebelum:

  • Tidak bisa memberikan gambaran yang sebenarnya di lapangan;
  • Posisi jembatan dan jalan tidak tahu koordinat / km awal/akhir;
  • Trase atau jaringan jalan dan jembatan tidak sesuai koordinat bumi;
  • Sulit memperkirakan jarak yang sebenarnya;
  • Tidak match jika digabungkan dengan peta Provinsi/Kab./Kota lain;
  • Belum ada ide-ide / konsep file D:\ArsipInduk.xls dan konsep Peta dan Tabel Induk serta file “Garis Waktu”;
  • Tidak ada hyperlink dengan Tabel Induk dan database lain;
  • Tidak bisa dikembangkan untuk program database yang lebih detail;
  • Untuk tingkat Provinsi/Kab./Kota tidak ada Peta Standar (Peta Dasar) dengan akurasi yang sangat baik;
  • Tidak akomodatif untuk presentasi dan laporan teknis / substansi kebijakan ke Dinas (Daerah) / Jakarta (Pusat);
  • Untuk pengambilan kebijakan di tingkat Provinsi hingga Pusat, sulit mengambil kebijakan terkait kewilayahan yang berbasis mapping.
  • Sulit untuk pertimbangan kebijakan Mikro-Makro yang lebih kompleks dan integrated;
  • Lambat, Tidak Tepat Sasaran, Meragukan

Sesudah:

  • Bisa memberikan gambaran jelas soal kondisi lapangan yang sebenarnya;
  • Posisi jembatan / ruas jalan tahu lebih pasti koordinat atau km awal/akhir;
  • Trase atau jaringan jalan dan jembatan sesuai koordinat bumi;
  • Bisa memperkirakan jarak yang sebenarnya;
  • Lebih match jika digabungkan dengan peta Provinsi/Kab./Kota lain (jika dengan sistem mapping sama);
  • Penataan sistem kearsipan di dalam file D:\ArsipInduk.xls dan Peta Induk akan sangat membantu mengelola semua database dan kegiatan instansional lainnya secara detail dan menyeluruh;
  • Bisa hyperlink dengan Tabel Induk dan database lain;
  • Sangat memungkinkan dikembang-kan menjadi program lebih lanjut sesuai keinginan user;
  • Untuk tingkat Provinsi/Kab./Kota, ide Peta Digital ini sangat berpeluang dijadikan Peta Standart (Peta Dasar) sebagai acuan Peta Kerja yang bisa dimanfaatkan seluruh dinas terkait;
  • Akomodatif, komunikatif, efektif dan efisien untuk presentasi / lprn teknis / substansi kebijakan ke Dinas / Jakarta untuk satu tahun anggaran atau lebih.
  • Dengan sistem layers, peta ini akan mampu mengakomodasikan seluruh kebijakan tingkat Provinsi hingga Pusat, bahkan terkait dengan bidang apapun yang bisa dipetakan.
  • Mudah untuk pertimbangan kebijakan Mikro-Makro yang lebih kompleks dan integrated;
  • CEPAT, TEPAT, AKURAT…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: