2007-10 Mnjmn Dtbs PU 01 Pendahuluan

Karya Tulis ini untuk Lomba Hasil Penelitian Litbang Dept. PU

(masih kerangka konsep, belum ada pilot project yang real)

 

Membangun SATU Sistem Manajemen Database ke-PU-an

 

Oleh:

 

Didik Hardiono

NIP: 26902019

 

Tahun 2003

 

 

 

 

 

Membangun SATU Sistem Manajemen Database ke-PU-an adalah judul yang ideal untuk mengelola integritas DATA pada tingkat departemen. Selama ini masalah database kurang diperhatikan dengan cermat sehingga penanganannya pun tidak serius. Padahal keberadaan data sangat penting manakala dimanfaatkan untuk merumuskan kebijakan yang berbasis data seperti perencanaan makro Departemen PU yang sangat bergantung pada data mikro yang bersifat sangat teknis dan kuantitatif dari lapangan.

Database infrastruktur ke-PU-an juga bersifat kewilayahan sehingga kelengkapan PETA Standar bersifat mutlak terutama berbasis information technology (IT). Peta Standar yang melengkapi substansi buku ini dibuat dengan software mapinfo dan GPS sehingga akurasi koordinat bumi menjadi lebih teliti. Selain itu, dengan software mapbasic, peta ini juga dilengkapi dengan program yang memudahkan analisa teknis untuk menentukan skala prioritas penanganan pembangunan infrastruktur ke-PU-an di wilayah NKRI.

Konsep atau ide pemikiran yang disajikan buku ini tidak hanya teori di “atas awan” tetapi telah “membumi” karena telah diuji-cobakan di Kota Surabaya (2005-2006) dan Provinsi Kaltim (2006) pada infrastruktur jalan dan jembatan. Secara filosofis, sistem ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh ditjen/badan di Departemen PU – bahkan departemen lain. Dengan menerapkan sistem ini secara bertahap akan terbangun suatu sistem kerja terukur yang meningkatkan kinerja instansi pemerintah Pusat hingga Daerah.

Latar Belakang

Mewujudkan sistem kerja terukur sebagaimana dimaksud pada paragraf di atas, memang seharusnya memperhatikan setiap item pekerjaan secara teliti dan detail. Maka, tidak berlebihan Penulis mengutip ungkapan seniman Italia Michelangelo (1475-1564) yang karyanya begitu teliti dan detail: “Jangan sekali-kali mengabaikan detail-detail kecil di dalam bekerja, karena kesempurnaan itu selalu dibentuk dari dan oleh perkara-perkara yang kecil, sedangkan bentuk dari kesempurnaan itu sendiri bukan lagi hal yang kecil.”

Di dalam kegiatan profesional, analogi “detail-detail kecil” itu adalah DATA. Dengan ketersediaan data yang lengkap, aksesbilitas cepat, tepat dan akurat, maka segala kegiatan selanjutnya seperti studi-studi kasus, penelitian, perencanaan, pengawasan dan pengendalian secara menyeluruh bisa dilaksanakan secara profesional pula.

Tetapi masalah yang berbasis data (database) ini belum bisa ditempatkan sebagai sesuatu yang penting. Banyak data administrasi, personalia, hasil studi, aset, penelitian hingga data teknis dari tahun-tahun lalu tidak diketahui keberadaannya. Begitu pun jika akan melakukan presentasi; maka kegiatan mencari dan mengolah data secara mendadak menjadi pemandangan rutin menyibukkan tetapi hasilnya kurang memuaskan karena ketiadaan data akurat dan cara penyajian yang terkesan sangat “dipaksakan”.

Pada proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi hingga kebijakan, Departemen PU harus memiliki sistem manajemen database yang baik. Paradigma baru harus ditanamkan dan dikembangkan bahwa betapa penting semua data yang telah, sedang dan akan dihimpun melalui berbagai pekerjaan seperti survey, studi kasus hingga penelitian ilmiah. Idealnya semua satker yang tersebar di seluruh wilayah NKRI mampu mengemban tupoksinya terutama di dalam menangani semua data-data yang ada.

Badan Litbang Departemen PU berperan sangat penting untuk mengintegrasikan semua data, mengolah (meneliti dan mengembangkan) hingga membangun SATU sistem manajemen database ke-PU-an berbasis iptek menunjang pembangunan berkelanjutan.

Permasalahan

Pada Kata Pengantar disebutkan bahwa masalah yang timbul berawal dari DATA. Lalu “turunan pertama” setelah masalah data adalah soal SDM; misalnya kurangnya kader, pemberdayaan kurang intens, posisi dan potensi personil kurang kompeten, penempatan SDM juga belum sesuai potensi pemikiran dan pengalaman. Sehingga produk pekerjaan yang dilakukan hanya terbatas rutinitas “apa adanya” termasuk pembenaran atas sistem manajemen database yang buruk selama ini. Rutinitas “apa adanya” yang dimaksud seperti asistensi DIPA, proses lelang, mobilisasi personil, laporan “apa adanya”… dst. Belum ada kemauan untuk memajukan diri menjadi lebih baik.

Tanpa profesionalisme, pekerjaan rutin itu akan selesai begitu saja pada akhir tahun. Tanpa tool yang bisa mengevaluasi hasil kerja Aparat-Birokrat-Konsultan-Kontraktor, maka kualitas pekerjaan kurang bisa dipertanggung-jawabkan dengan benar. Karena tidak ada sistem manajemen database yang andal, maka record data pekerjaan tahun lalu hilang begitu saja “tanpa jejak”. Kondisi ini banyak dijumpai di mana-mana sehingga pada tingkat kebijakan Pusat mengalami kesulitan jika ingin melakukan evaluasi atau menyusun kajian/kebijakan untuk jangka waktu tertentu tahun-tahun sebelumnya.

Tujuan

Membangun SATU sistem manajemen database ke-PU-an yang akan dikembangkan berprinsip pada pemanfaatan teknologi informasi seoptimal mungkin yaitu lap top dan global positioning system (GPS). Dengan demikian diharapkan pemberdayaan SDM Departemen PU bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, menghasilkan produk berdaya guna dan berhasil guna, sinergi dengan prinsip sistem kerja
terukur serta memiliki aksesbilitas cepat, tepat, akurat. Dengan dukungan semua itu, sangat mungkin melaksanakan pembangunan nasional bidang infratsruktur ke-PU-an secara berkelanjutan, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengembangkan potensi wilayah/daerah, serta memiliki rasa percaya diri dan kemampuan untuk berkompetensi dan berkompetisi meraih kepercayaan pasar nasional dan internasional.

Hasil akhir pengembangan SATU sistem manajemen database ke-PU-an ini adalah software Peta Digital Provinsi
yang terprogram dengan analisa teknis sesuai kebutuhan instansional pada tingkat ditjen/badan. Jika masing-masing satker yang ada di provinsi memiliki Peta Digital Provinsi, maka untuk pengembangan lebih makro di tingkat Pusat akan lebih memudahkan mengawasi, mengevaluasi dan menyusun kebijakan lebih lanjut karena pada masing-masing lini sub-organisasi akan dibentuk pengendali database yang bermuara pada Badan Litbang Departemen PU atau Setjen.

Ini akan sangat membantu Depertemen PU…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: