2003-07 ITB 05 Prediksi dan Visi-Misi

Karya Tulis ini untuk Lomba Karangan Ilmiah Tingkat Nasional “ITB 2020”

 

Institut Teknologi Bandung:

Perkembangan Sains dan Teknologi,

dan Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia

( Prediksi dan Visi 2020 )

 

Oleh:

 

Didik Hardiono

Mahasiswa Program Magister STJR-ITB

NIM: 26902019

 

Tahun 2003

 

 

 

 

 

Bagian 5. Prediksi dan Visi-Misi ITB 2020 – HABIS

Di dalam Buku Putih ITB 2003 disebutkan bahwa: VISI ITB menjadi lembaga pendidikan tinggi dan pusat pengembangan sains, teknologi dan seni yang unggul, andal dan bermartabat di dunia, bersama lembaga terkemuka bangsa mengantarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa bersatu, berdaulat dan sejahtera; MISI 2000–2010: Memandu perkembangan dan perubahan yang dilakukan masyarakat, dengan jalan melaksanakan tridarma berupa penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat dengan cara inovatif dan bermutu tinggi, serta tanggap terhadap perubahan global dan tantangan lokal.

Ada sinergi antara Buku Putih ITB 2003 dengan substansi tulisan ini dengan kesamaan beberapa kata kunci. Sehingga, sebagai kesimpulan akhir tulisan ini dapat disimpulkan bahwa Prediksi dan Visi-Misi “ITB 2020” adalah sebagai berikut:

Pertama: Rencana Strategis atau Buku Putih ITB 2020
harus berisi konsep yang secara filosofis “sederhana” dari sisi tulisan dan kemasan, tetapi kaya makna, mudah dipahami masyarakat, tersosialisasi, terbuka, jujur dan mampu mengakomodasi semua kepentingan nasional melalui pemberdayaan quotient SDM ITB khususnya dan SDM Bangsa Indonesia umumnya, terutama berkenaan Otonomi Daerah. Secara redaksional maupun esensi-substansial Rencana Strategis 1998-2007 dan Buku Putih ITB 2003 belum terstruktur dan runtun. Setelah merevisi rencana strategis dan buku putih menjelang Globalisasi 2020, kemudian menyiasati segala sesuatu yang “ada” saat ini, berbekal segala sesuatu potensi yang dimiliki ITB saat ini, maka dengan kemampuan sains dan teknologi SDM ITB mampu melakukan prediksi di masa yang akan datang secara rasional, ilmiah dan realistis serta melaksanakan visi-misi yang feasible, eligible dan ecceptable;

Kedua: Sistem Pendidikan, secara akademis, ITB harus mengedepankan esensi pendidikan daripada sekedar pengajaran, menghasilkan sarjana sujana yang lebih berilmu daripada sekedar berpengetahuan, serta mengoptimalisasikan semua quotient SDM ITB. Hakikat pendidikan yang mengajarkan “kebenaran” hendaknya menjadi acuan pokok pada Visi-Misi ITB 2020 sehingga eksistensi ITB menjadi model “kebenaran” di antara pencari kebenaran lainnya, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta hingga institusi lainnya di dunia internasional. Bukannya dengan nilai lebih atau nilai tambah (added value) yang dimiliki ITB – atau institusi pendidikan lainnya – justru melahirkan arogansi PTN/PTS dari mahasiswa, dosen maupun para alumninya.

Ketiga: Hubungan Kemitraan
dengan perguruan tinggi lain, instansi pemerintah Pusat-Daerah, dunia industri hingga pengabdiannya pada masyarakat hendaknya mampu membuat ITB menemukan formula yang menjembatani peran dan fungsi ITB sebagai institusi pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa yang ingin menuntut ilmu di ITB, bukan justru mengomersialisasikannya. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) sebagai salah satu “analisa saringan” menerima mahasiswa baru hendaknya proporsional. Adanya jalur khusus bagi mahasiswa yang mampu secara finansial hendaknya juga diterapkan bagi mahasiswa yang cerdas tetapi kurang secara finansial. Catatan khusus ini akan menumbuhkan citra positif hubungan kemitraan ITB dengan komponen lainnya yang memperhatikan potensi kecerdasan anak bangsa yang diakomodir di institusi ITB.

Keempat: Peranan Dinamis ITB sebagai variabel bebas, dinamis dan independen hendaknya menempatkan ITB, sebagai institusi pendidikan dan agent of change, menjadi garis atau bidang regresi yang trusty, honesty, transparancy, fairly dan accuracy terhadap semua pihak yang memberikan kepercayaan pada ITB akan perubahan peradaban yang lebih baik dan lebih manusiawi. Filosofi persamaan garis regresi ini menjembatani fungsi teknis ITB sekaligus sebagai fungsi sosial maupun kultural;

Kelima: ITB dan Pembangunan Nasional NKRI akhirnya menuntut peranan aktif ITB dengan dijembatani perkembangan sains dan teknologi dalam mempersiapkan modal dasar hingga tujuan pembangunan nasional untuk mewujudkan manusia dan seluruh masyarakat Indonesia yang adil berkemakmuran dan makmur berkeadilan, sejahtera lahir-batin, sehat mental-spiritual. ITB pun secara langsung turut bertanggung-jawab atas kelangsungan dan kedaulatan NKRI melalui perkembangan sains dan teknologi, melakukan perubahan sosial dan membentuk tatanan nilai yang sedang dan akan tumbuh-berkembang di masyarakat secara wajar dan ‘seimbang’ menghadapi Globalisasi 2020. Untuk menjaga ‘keseimbangan’ tersebut, sangat arif jika SDM ITB, institusi ITB dan alumninya berpegang pada ‘hakikat kebenaran‘ seperti kata bijak Aristoteles, Jalaluddin Rumi, Isaac Newton dan Albert Einstein, agar bisa menjadi model ‘kebenaran’ yang benar-benar ‘benar’.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: