2003-07 ITB 04 Perubahan Sosial

Karya Tulis ini untuk Lomba Karangan Ilmiah Tingkat Nasional “ITB 2020”

 

Institut Teknologi Bandung:

Perkembangan Sains dan Teknologi,

dan Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia

( Prediksi dan Visi 2020 )

 

Oleh:

 

Didik Hardiono

Mahasiswa Program Magister STJR-ITB

NIM: 26902019

 

Tahun 2003

 

 

 

 

 

Bagian 4. Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia

PEMBANGUNAN Nasional menurut konsep Ketahanan Nasional RM Soenardi (1999) adalah “semua kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh negara atau pemerintah yang bertujuan mengadakan pengembangan fisik, pembaharuan sikap mental, modernisasi pemikiran bagi seluruh bangsa dan tanah air.” Konsep ini mengarah pada keseimbangan fisikal, intelektual, emosional dan spiritual dengan konsekuensi perubahan sosial yang lebih baik, lebih stabil. Tetapi perubahan sosial masyarakat Indonesia selama ini ternyata hanya bersifat fisik-materialistik. Perubahan yang terjadi belum mengarahkan kepada perubahan mendasar yaitu pola pikir dan sikap yang lebih bijaksana.

ITB sebagai intitusi pendidikan tertua-terbaik di negeri ini seharusnya mampu mendidik dan mengarahkan perubahan sosial menjadi lebih baik. Dalam Rencana Strategis ITB ditekankan; “Tidak mungkin membatasi pengembangan teknologi hanya pada satu bidang ilmu apalagi mengabaikan aspek manusia. Pengembangan akademik harus memperhatikan kondisi ini.”
Aspek manusia telah dijabarkan dengan “sangat panjang lebar” pada tulisan ini, mulai dari kebutuhanpendidikan hingga menggali potensi tak terbatas secara individual maupun sosial.

Perubahan Individual: Fisik, Intelektual, Emosional, Spiritual

Setelah menyadari fungsi pendidikan mengajarkan kebenaran, maka secara pribadi perubahan itu mencakup semua potensi yang dimiliki manusia. Ada interaksi SDM ITB sebagai pribadi dengan ITB sebagai institusi. ITB telah menyediakan fasilitas yang kondusif-konstruktif-positif seperti balai pertemuan ilmiah, olahraga, pusat ilmu pengetahuan dan seni yang dilengkapi galeri teknik, ruang ekshibisi dan auditorium, 1 perpustakaan pusat, 27 perpustakaan jurusan dan Masjid Salman atau unit kegiatan ekstra-kurikuler keagamaan. Masalahnya bagaimana optimalisasinya?.

Sebagai obyek pendidikan di lingkungan ITB, mahasiswa menempati posisi sangat menentukan bagi ITB dan Bangsa Indonesia di masa depan. Dengan mengembangkan potensi, mahasiswa ITB dan para alumninya diharapkan mampu menjadi manusia Indonesia yang andal di bidangnya tanpa mengesampingkan aspek manusia dalam frame humanisme, nasionalisme dan spiritualisme.

Sebagai pribadi, jika mahasiswa telah tampil mantap di semua quotient-nya, maka ketika ia lulus dari kawah candradimuka ITB, jadilah ia pemimpin yang kredible di bidangnya, disegani bawahan, dihargai pimpinan, dihormati masyarakat dan akhirnya diteladani penerusnya. Secara fisik ia sehat jasmani. Secara intelektual ia benar-benar cerdas dan mandiri, serta memiliki pola pikir yang praktis-filosofis yang berciri kritis-dialektis-integralistik. Secara emosional ia demikian tenang, sabar dan bijaksana menghadapi segala masalah. Secara spiritual ia pun terbuka, disiplin, jujur dan memberikan suasana lingkungan kerja yang dapat dipercaya.

Perubahan Sosial: Teknologi, Industri, Ekonomi, Politik, Kultur

Dengan kepercayaan yang diberikan pada ITB, maka ITB pun memberikan komitmen bagi pengembangan pembangunan nasional. ITB – baik sebagai institusi ataupun stafnya, mahasiswa dan para alumninya sebagai pribadi – sering diminta memberikan saran dan masukan bagi kebijakan pengembangan pembangunan infra, pendidikan dan industri nasional. Banyak alumni dan staf pengajar ITB menduduki jabatan penting sebagai menteri, dirjen, direktur, tenaga ahli Bappenas dan juga pimpinan lembaga tinggi negara. Beberapa dari mereka juga dimintakan bantuannya membantu pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengembangan regional.

ITB sebagai Pusat Pelayanan Pendidikan di bidang iptek sering dijadikan model bagi pengembangan pendidikan tinggi teknik di Indonesia. ITB bukan saja dijadikan standar pengembangan aspek pendidikan dan kurikulum tetapi juga dalam operasi dan manajemen perguruan tinggi seperti manajemen mahasiswa, pengajar, karyawan dan pengelolaan laboratorium, perpustakaan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. ITB meningkat sebagai Research and Development University, mengembangkan penelitian sesuai kebutuhan nasional, penguasaan ilmu dasar serta critical sciences and technologies yang kuat, pengembangan pada program studi unggulan dan pengabdian kepada masyarakat yang tepat sasaran.

Visi ITB 1998-2007 menyebutkan: “Dasawarsa ini merupakan tahun-tahun transisi menuju masyarakat industri berteknologi modern yang menekankan pada kemampuan memanfaatkan informasi, keterkaitan global, infrastruktur yang terintegrasi dan sumber daya manusia yang kreatif inovatif”. Kembali pada faktor SDM yang kreatif dan inovatif, seperti telah disinggung di awal tulisan ini, intinya menekankan pada faktor behavioral attitude – bukan sekedar technical ability – yaitu kepercayaan (trusty), kejujuran (honesty) dan keterbukaan (transparancy):

Kepercayaan adalah rasa percaya diri terhadap kemampuan teknis-manajerial sehingga memperoleh kepercayaan dan membawa konsekuensi produknya dipercaya oleh pasar (marketable). Kejujuran adalah spiritual quotient, termasuk jujur terhadap kemampuannya, sikap mulia yang membawa ketenangan kerja sehingga sistem berjalan sesuai visi-misi organisasi. Sifat jujur menunjang UU No. 28/1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Keterbukaan adalah interaksi personal yang kondusif sebagai dampak positif saling mempercayai karena faktor kejujuran tadi, yang ada di lingkungan organisasi yang bersangkutan.

Unsur Pemerintahan Pusat-Daerah, atau kepemimpinan kolektif organisasi, belum mampu mengembangkan empat potensi dasar SDM seperti dijelaskan di atas. Sebenarnya mengambil kunci sukses tidak hanya dari IQ, tetapi bisa juga dari SQ. Ajaran agama apa pun ternyata erat kaitannya dengan profesionalism yang mengajar kunci sukses marketing atau managing. Seperti keadilan, fairly, honesty
(QS. 5:8); ketelitian, accuracy, trusty
(QS. 49:6); musyawarah, negotiation, transparancy
(QS. 3:159). Tetapi kenyataannya potensi PQ, IQ, EQ, SQ berjalan sendiri-sendiri, itupun belum optimal. Sehingga apa yang terjadi di satu quotient tidak dikaitkan dengan quotient lainnya. Que sera-sera, whatever will be will be…

ITB sebagai institusi pendidikan yang seharusnya cerdas di semua quotient, khususnya intelektual, mampu mencermati perkembangan sains dan teknologi dengan perubahan masyarakat secara bijak dengan memberikan porsi seimbang sesuai kebutuhan nasional berdasarkan skala prioritas. Secara simbolis, posisi ITB idealnya sebagai garis atau bidang regresi yang harus adil dan berjarak “sama” secara esensi dan substansi mahasiswa, masyarakat, dunia industri, perguruan tinggi hingga penyelenggara pemerintahan Pusat maupun Daerah dan komponen warga bangsa lainnya dalam kerangka NKRI.

Berangkat dari pengembangan teknologi berbasis pada keseimbangan PQ-IQ-EQ-SQ, institusi ITB dengan pengalaman historis, baik dari sisi sains dan teknologi hingga nasionalisme, diharapkan mampu memberikan kesinambungan perubahan pada sosio-kultural mencakup industri berbasis padat karya dan tepat guna, meningkatkan taraf ekonomi rakyat dan bangsa, mendorong perilaku politik yang lebih sehat dan bertanggung jawab, serta meningkatkan nilai-nilai kultural sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi etika, estetika, moral dan spiritual.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: