Puisi22-2004.03.15 Nikmatilah Kenikmatanmu

Nikmatilah Kenikmatanmu

 

Ketika senja rebah di peraduan temaram…

Kumandang maghrib mengantarkan malam;

Ada yang pergi ke surau mengaji hingga khatam,

Ada yang bercanda bersama keluarga dan menjadi tenteram,

Ada yang belajar untuk ujian esok dengan sistem kebut semalam,

Ada yang menyiapkan dagangan di pasar-pasar malam,

Ada yang justru memulai kerja malam,

Ada yang halal, ada yang haram.

 

Dan di lokalisasi itu…

Ada etalase-etalase seronok…

menjual tubuh manusia untuk nafsu manusia

Menjual kenikmatan sesaat, selama 2-3 jam untuk short time

Atau semalam suntuk untuk long time

Dengan asap rokok dan aroma minuman keras

Dengan agak mabuk dan langkah-langkah gontai

Transaksi pun dilakukan

dan masuklah pasangan haram itu di sebuah kamar etalase

 

Dan di lokalisasi itu…ternyata

Ada langgar kecil… di salah satu sudut agak kumuh

Sehabis isya’,…

seorang salik menggelar sajadah… ia entah siapa dari mana…

Ia ingin membeli kenikmatan lain, selama 2-3 jam untuk short time

Atau semalam suntuk untuk long time

Gerakan kepalanya mengikuti ritme tasbih dan zikir mulutnya

Transaksi pun terjadi dan…

masuklah ia dan Kekasihnya di “kamar pribadi”

 

Semua kenikmatan itu tergugah dengan seruak adzan subuh

 

Bandung, 15/3/2004, pkl 22.55 WIB

23 Muharram 1425 H

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: