Puisi15-2001.10.15 Seniman Berdzikir

Seniman Berzikir

Tuhan,…

Lihatlah lukisanku di sana,

Setiap titik tak terhingga membentuk garis berwarna,

Garis tak terhitung membentuk sejumlah sketsa,

Sketsa menampakkan wajah suka dan duka,

 

Tuhan,…

Dengarlah sastraku bicara,

Huruf demi huruf menyusun kata,

Kata demi kata tersusun membentuk makna,

Makna mengungkapkan bersitan jiwa,

 

Tuhan,…

Mungkin logikaku sudah kaku, beku atau mungkin layu…

Karena di sana aku terjebak salah-benar yang tampak semu…

Kini, ijinkan aku tidak lagi berpikir dengan logika…

Biarlah aku berzikir dengan rasa…

 

 

Jakarta, 15.Oktober 2001 M

(27 Rajab 1422 H – 14.56 WIB)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: